Dokter kandungan dilaporkan ke polisi

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 21:54 WIB
Dokter kandungan dilaporkan...
Dokter kandungan dilaporkan ke polisi
A A A
Sindonews.com - Seorang korban melaporkan seorang dokter kandungan berinisial TOS ke Polda Metro Jaya karena diduga telah melakukan malapraktik persalinan waterbirth pada 5 November 2011 di Rumah Sakit Asri Duren 3, Jakarta Selatan

Korban yang bernama Martini Nazif (35) itu melalui pengacaranya Taufik Basari mengatakan bahwa baru sekarang pihaknya bisa melaporkan dokter kandungan tersebut. Karena pihaknya masih menunggu putusan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) yang baru dikeluarkan pada bulan September 2013.

Dalam keputusan MKDKI menyebutkan bahwa TOS terbukti melanggar disiplin kedokteran, karena tidak kompeten melakukan persalinan dengan waterbirth.

"Menurut MKDKI penanganan waterbirth belum ada ijin di Indonesia, karena belum masuk kurikulum dan SOP. TOS juga tidak memiliki kapasitas untuk menangani waterbirth yang memang belum diakui ini," katanya usai melaporkan doter TOS di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/10/2013).

Dia menjelaskan selain tak memiliki SOP yang sah, dalam menjalankan tugasnya dokter TOS dinilai tak serius terlihat dari keterlambatan datang menangani pasien dan menginduksi korban hingga delapan kali. Akibatnya dalam proses persalinan, bayi yang dilahirkan pun dalam keadaan tak bernyawa.

"Proses induksi normal maksimal hanya dilakukan tiga kali. Melebihi jumlah tindakan itu menyalahi aturan ditambah dokter juga memberikan obat penghilang rasa sakit karena dapat menyebabkan anak lahir hipoksia (bayi kekurangan oksigen)," jelasnya.

Selain itu dia menambahakan dokter TOS terancam pasal 359 KUHP dan atau pasal 89 huruf C, UUD RI No 29, tahun 2004, tentang UUD Kedokteran.

"TOS dinyatakan bersalah dan diberikan sanksi ijin praktiknya dicabut selama setahun (oleh MKDKI)," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
10 menit yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
3 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
3 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
6 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
6 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
7 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved