400 warga Milan tolak pabrik penggorengan aspal

Kamis, 10 Oktober 2013 - 15:52 WIB
400 warga Milan tolak...
400 warga Milan tolak pabrik penggorengan aspal
A A A
Sindonews.com - Masyarakat kampung Milan, Kelurahan Kamali Pentalluan, Kecamatan Makale, melakukan penggalangan tandatangan menolak keberadaan pabrik penggorengan aspal dan pemecah batu yang beroperasi di kampung mereka.

“Hampir 400 warga yang sudah bertandatangan menolak keberadaan pabrik penggorengan aspal dan pemecah batu yang berlokasi di kampung karena sudah mengganggu kehidupan masyarakat sekitar,” ujar Kepala Kampung Milan, Andarias kepada SINDO, di Makale, Kamis (10/10/2013).

Dia menyatakan, keberadaan pabrik penggorengan aspal dan pemecah batu sudah tidak layak karena lokasinya berada ditengah-tengah pemukiman padat penduduk. Asap yang ditimbulkan dari aktivitas pabrik sudah mencemari lingkungan. Warga yang sedang beristirahat usai melakukan aktivitas seringkali merasa terganggu karena mesin pabrik saat dijalankan mengeluarkan suara bising.

Menurutnya, warga sekitar yang tinggal di sekitar pabrik penggorengan aspal dan pemecah batu seringkali merasakan gangguan kesehatan. Seperti, sesak napas, batuk dan gangguan tenggorokan karena menghirup udara yang tercemar akibat aktivitas penggorengan aspal yang menggunakan bahan bakar batubara.

Aktivitas penggorengan aspal dan pemecah batu juga menimbulkan debu yang bertebaran hingga masuk ke dalam rumah warga. Dampak negatif yang ditimbulkan dari aktivitas pabrik juga dirasakan warga di dua kelurahan lainnya yakni kelurahan Tampo dan Kelurahan Batupapan, Kecamatan Makale.

“Sudah banyak warga sekitar pabrik yang merasakan gangguan kesehatan karena menghirup udara yang tidak segar dari cerobong asap p penggorengan aspal dan pemecah batu,” katanya.

Dia mengatakan, lembaran yang berisi tandatangan warga yang mengeluhkan keberadaan pabrik penggorengan aspal dan pemecah batu itu dalam waktu dekat akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) dan DPRD Tana Toraja serta ditembuskan ke Menteri Kesehatan.

Warga juga berharap pemerintah segera melakukan kajian terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pabrik. Warga menginginkan lokasi pabrik dipindahkan menjauh dari pemukiman penduduk. Di sekitar lokasi pabrik sekarang ini juga terdapat sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas.

“Kami berharap, pabrik penggorengan aspal dan pemecah batu yang berada di pemukiman padat penduduk segera direlokasi menjauh dari pemukiman warga,” kata Andarias.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tana Toraja, Richard Potte, menyatakan pihaknya sudah pernah menyurati pemilik pabrik penggorengan aspal dan pemecah batu yang ada di kelurahan Kamali Pentalluan agar aktivitas pabrik tidak menggunakan bahan bakar batubara.

Pasalnya, sesuai dengan dokumen upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL) pabrik menggunakan bahan bakar solar bukan menggunakan bahan bakar batubara.

“Kami belum menerima pengaduan maupun keberatan warga terhadap aktivitas pabrik penggorengan aspal dan pemecah batu di kelurahan Kamali Pentalluan. Kalau sudah ada pengaduan segera kami tindaklanjuti,” tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Demonstrasi (Unjuk Rasa)...
Demonstrasi (Unjuk Rasa) Empatik
UBK Nonaktifkan Ketua...
UBK Nonaktifkan Ketua BEM Hukum Usai Terima Rp20 Juta
Ada Demo Kawal Keputusan...
Ada Demo Kawal Keputusan MK, Masyarakat Diimbau Hindari Jalan Ini
47 Orang Tewas dalam...
47 Orang Tewas dalam Demonstrasi Berdarah di Peru
AS Nyatakan Dukung Demonstrasi...
AS Nyatakan Dukung Demonstrasi Warga Lebanon
Aksi Demonstrasi di...
Aksi Demonstrasi di Iran Makan Korban
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
1 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
2 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
3 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
3 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
3 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved