Sudah saatnya railbus diterapkan di Solo
Kamis, 10 Oktober 2013 - 06:02 WIB
Sudah saatnya railbus diterapkan di Solo
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah kalangan mendesak agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Perhubungan bersatu untuk mengoperasikan Railbus Bathara Kresna yang sudah lama mangkrak.
Pengamat Transportasi dari Unika Soegija Pranata, Djoko Setijowarno, menyebutkan sudah saatnya Pemerintah Provinsi Jateng ikut memikirkan keberadaan railbus di Kota Solo. Jika campur tangan itu tidak segera dilakukan oleh Pemprov Jateng maka railbus tersebut tidak kunjung dijalankan.
Ia mengatakan, Pemprov Jateng setidaknya harus memberikan subsidi sebesar 80 persen dari total biaya operasional railbus. Menurutnya, dana untuk railbus tersebut harus mulai dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jateng pada 2014 mendatang.
Dengan subsidi sebesar itu maka railbus yang saat ini mangkrak karena tiketnya mahal bisa jalan kembali dengan tiket yang cukup murah. Sedangkan kepada pemerintah daerah yang bakal di lewati railbus seperti Solo, Sukoharjo dan Wonogiri dinilai belum siap jika harus mensubsidi kereta komuter tersebut.
“Ya yang tepat subsidinya dari Pemprov Jateng sekira 80 persen dari harga tiket normal yakni sekira Rp25 ribu sekali jalan. Dengan subsidi sebesar itu nantinya harga tiket berkisar pada angka Rp4 ribu sekali perjalanan,” ucapnya ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (9/10) siang.
Desakan yang sama juga dilakukan oleh Pengamat Transportasi dari Universtias Sebelas Maret Surakarta, Syafii. Menurut Syafii, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan harus bersinergi untuk memikirkan railbus tersebut.
Pihaknya memperkirakan jika subsidi railbus hanya ditopang oleh pemerintah daerah kemungkinan besar anggarannya tidak akan mencukupi. Apalagi biaya untuk operasional kereta komuter seharga Rp17 miliar tersebut cukup mahal dan harus dilakukan secara berkala.
“Kalau memberikan subsidi itu harus kedua-duanya yakni pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan seperti itu harga tiket untuk naik railbus tersebut cukup murah dan sesuai daya beli masyarakat di sekitar Soloraya,” kata Syafii.
Pihaknya menambahkan harga tiket tertinggi yang dipatok untuk sekali perjalanan railbus tersebut berkisar pada angka Rp10 ribu. Jika melebihi dari itu maka daya beli masyarakat tidak akan sampai dan railbus akan tetap sepi penumpang.
“Railbus itu harus disubsidi agar bisa tetap jalan jika tidak maka tidak bakal bisa beroperasi karena tiketnya mahal,” ucapnya.
Seperti diberitakan SINDO sebelumnya Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, menyebutkan pengoperasian railbus ditarget pada tahun 2014 mendatang.
Menurutnya hal itu menunggu kesiapan infrastruktur untuk railbus tersebut. Sedangkan biaya perjalanannya nantinya bakal diberikan subsidi agar sesuai kebutuhan masyarakat.
Pengamat Transportasi dari Unika Soegija Pranata, Djoko Setijowarno, menyebutkan sudah saatnya Pemerintah Provinsi Jateng ikut memikirkan keberadaan railbus di Kota Solo. Jika campur tangan itu tidak segera dilakukan oleh Pemprov Jateng maka railbus tersebut tidak kunjung dijalankan.
Ia mengatakan, Pemprov Jateng setidaknya harus memberikan subsidi sebesar 80 persen dari total biaya operasional railbus. Menurutnya, dana untuk railbus tersebut harus mulai dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jateng pada 2014 mendatang.
Dengan subsidi sebesar itu maka railbus yang saat ini mangkrak karena tiketnya mahal bisa jalan kembali dengan tiket yang cukup murah. Sedangkan kepada pemerintah daerah yang bakal di lewati railbus seperti Solo, Sukoharjo dan Wonogiri dinilai belum siap jika harus mensubsidi kereta komuter tersebut.
“Ya yang tepat subsidinya dari Pemprov Jateng sekira 80 persen dari harga tiket normal yakni sekira Rp25 ribu sekali jalan. Dengan subsidi sebesar itu nantinya harga tiket berkisar pada angka Rp4 ribu sekali perjalanan,” ucapnya ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (9/10) siang.
Desakan yang sama juga dilakukan oleh Pengamat Transportasi dari Universtias Sebelas Maret Surakarta, Syafii. Menurut Syafii, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan harus bersinergi untuk memikirkan railbus tersebut.
Pihaknya memperkirakan jika subsidi railbus hanya ditopang oleh pemerintah daerah kemungkinan besar anggarannya tidak akan mencukupi. Apalagi biaya untuk operasional kereta komuter seharga Rp17 miliar tersebut cukup mahal dan harus dilakukan secara berkala.
“Kalau memberikan subsidi itu harus kedua-duanya yakni pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan seperti itu harga tiket untuk naik railbus tersebut cukup murah dan sesuai daya beli masyarakat di sekitar Soloraya,” kata Syafii.
Pihaknya menambahkan harga tiket tertinggi yang dipatok untuk sekali perjalanan railbus tersebut berkisar pada angka Rp10 ribu. Jika melebihi dari itu maka daya beli masyarakat tidak akan sampai dan railbus akan tetap sepi penumpang.
“Railbus itu harus disubsidi agar bisa tetap jalan jika tidak maka tidak bakal bisa beroperasi karena tiketnya mahal,” ucapnya.
Seperti diberitakan SINDO sebelumnya Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, menyebutkan pengoperasian railbus ditarget pada tahun 2014 mendatang.
Menurutnya hal itu menunggu kesiapan infrastruktur untuk railbus tersebut. Sedangkan biaya perjalanannya nantinya bakal diberikan subsidi agar sesuai kebutuhan masyarakat.
(rsa)