TKI beresiko tinggi tertular HIV/AIDS

Rabu, 02 Oktober 2013 - 18:53 WIB
TKI beresiko tinggi...
TKI beresiko tinggi tertular HIV/AIDS
A A A
Sindonews.com - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Blitar terhitung Januari-Juli 2013 mencapai 66 jiwa, 26 di antaranya meninggal dunia.

Dari kuantitas tersebut, tidak sedikit angka kasus disumbang dari kelompok tenaga kerja Indonesia (buruh migran). Karenanya disimpulkan bahwa TKI masih termasuk kelompok masyarakat yang beresiko tinggi.

"Ini menunjukkan kelompok TKI termasuk beresiko tinggi dalam kasus penularan HIV/AIDS," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Kuspardani kepada wartawan, Rabu (2/6/2013).

Sekedar mengingat, bahwa kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blitar pertama kali ditemukan pada tahun 2005.

Mengacu pada grafik yang ada, jumlah penderita, khususnya yang berasal dari kelompok buruh migran, dari tahun ke tahun cenderung meningkat.

Selain pola interaksi seksual yang longgar (ganti pasangan), menurut Kuspardani penyebab penularan masih berasal dari penggunaan narkoba, terutama yang bermedia jarum suntik.

"Dari semula satu orang yang terjangkit, kemudian menulari pasangannya, termasuk juga keturunannya," terang Kuspardani.

Tidak heran, hingga saat ini tercatat 22 anak di Kabupaten Blitar positif mengidap HIV/AIDS. Para bocah tersebut tertulari orang tua mereka yang sebelumnya berstatus sebagai ODHA.

"Semuanya dalam pantauan pemerintah. Termasuk pemenuhan obat dan gizinya," terangnya.

Sebagai antisipasi lebih lanjut, pemeriksaan dan pembekalan terkait HIV/AIDS diberikan secara khusus kepada para calon buruh migran.

Begitu juga dengan sekembalinya mereka ke tanah air, chek up ulang juga dilakukan. "Sebab, buruh migran yang terjangkit HIV/AIDS tentunya tidak bisa lagi menjadi buruh migran," pungkasnya.

Menanggapi permasalahn yang ada, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Ahmad Tamim meminta Pemkab Blitar melakukan deteksi dini penyebaran HIV/AIDS, khususnya yang ditularkan kelompok TKI.

"Sebab, dari laporan yang kami terima, mayoritas angka kasus HIV/AIDS justru dibawa kelompok buruh migran," ujarnya.

Lebih jauh Ahmad Tamim berharap segera adanya payung hukum sejenis peraturan bupati atau perda yang khusus mengatur masalah buruh migran di Kabupaten Blitar.

"Termasuk juga mengefektifkan tim sosialisasi ke masyarakat terkait dengan bahaya HIV/AIDS," pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Diidap Ratusan Mahasiswa...
Diidap Ratusan Mahasiswa di Bandung, Apa Itu HIV AIDS?
Kaum Wanita dan Anak...
Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS
Wijianto Jalan Kaki...
Wijianto Jalan Kaki di 30 Provinsi untuk Hapus Stigma Orang dengan HIV
Badai COVID-19 Belum...
Badai COVID-19 Belum Berlalu, Kini Muncul Strain HIV Supermutan
Pengidap HIV-AIDS di...
Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Luc Montagnier, Ilmuwan...
Luc Montagnier, Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Meninggal Dunia
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
8 jam yang lalu
Infografis
PBB Singkirkan Bendera...
PBB Singkirkan Bendera Israel di Dataran Tinggi Golan Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved