Perkampungan miskin digelontor Rp5,5 miliar

Minggu, 29 September 2013 - 22:01 WIB
Perkampungan miskin...
Perkampungan miskin digelontor Rp5,5 miliar
A A A
Sindonews.com - Kawasan perkampungan miskin di kawasan Pasuruan bagian timur mendapat suntikan dana segar sebesar Rp5,5 miliar. Bantuan pemerintah pusat ini diharapkan dapat mempercepat dan mengurangi ketimpangan pembangunan dikawasan desa tertinggal.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, mengungkapkan, program percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur permukiman (P4IP) ini tersebar di 22 desa di 5 kecamatan ini masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp250 juta.

Daerah yang mendapatkan bantuan ini diprioritaskan berdasarkan kriteria tingkat kemiskinan dan sebagai upaya pemerataan pembangunan. Bantuan tersebut antara lain berada di Kecamatan Nguling, Grati, Lekok, Purwodadi dan Rembang.

"Bantuan dari pemerintah pusat ini diprioritaskan untuk desa-desa tertinggal dan unsur pemerataan pembangunan antara wilayah timur dan barat yang selama ini terjadi ketimpangan," kata Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Minggu (29/9/2013).

Menurut Bupati Irsyad, pembangunan kawasan pedesaan selama ini masih sangat jauh dari harapan. Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan lingkungan, jembatan belum didapatkan masyarakat secara maksimal.

"Jalan dipedesaan seperti gulo kacang, kurang baik dan bergelombang. Pembangunan adalah tanggung jawab pemerintah. Pemkab Pasuruan berupaya bersinergi dengan Pemprov Jatim untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi pada masyarakat pedesaan," kata Gus Irsyad, panggilannya.

Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasongko, menambahkan, program P4IP ini diperuntukkan pembangunan sarana infrastruktur, seperti pembangunan jalan lingkungan, jembatan dan sanitasi.

Proses perencanaannya diserahkan berdasarkan rapat permusyawaratan desa setempat.

"Perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan ini diserahkan pada masing-masing desa. Ini dimaksudkan agar warga setempat merasa ikut memiliki dan bertanggung jawab atas program pembangunan tersebut. Kami hanya memberikan bantuan tehnis dalam penyelengaraannya," kata Hanung Widya Sasongko.

Pihaknya berharap, pemanfaatan bantuan program ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam proses pembangunan hingga perawatannya.
(lns)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
9 menit yang lalu
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
1 jam yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
1 jam yang lalu
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
1 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
2 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved