Ribuan buruh akan kepung Gedung Sate besok

Rabu, 25 September 2013 - 17:07 WIB
Ribuan buruh akan kepung...
Ribuan buruh akan kepung Gedung Sate besok
A A A
Sindonews.com - Sebanyak lima ribu buruh dari berbagai elemen di Jawa Barat (Jabar) berencana akan menggelar aksi unjukrasa di Kantor Gubernur Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (26/9) pagi.

Ribuan buruh tersebut akan menyerukan penolakan atas Inpres Ketenagakerjaan yang membatasi kenaikan upah minimum kota (UMK). “Buruh dari berbagai elemen akan bergabung di Gedung Sate, menolak Inpres Ketenagakerjaan,” kata Ketua Konfederasi serikat pekerja seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat Roy Jinto, Rabu (25/9/2013).

Menurut dia, aksi tersebut merupakan aksi lanjutan dari beberapa aksi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Kali ini, buruh mengancam membawa masa lebih besar. Buruh, lanjut dia, aksi tersebut menolak Inpres Ketenagakerjaan yang dikeluarkan pemerintah.

Menurut dia, berdasarkan Inpres tersebut, kenaikan UMK akan dilakukan dalam dua tahun sekali, selain itu kenaikan upah industri padat karya dibatasi 5-10 persen. Inpres tersebut, lanjutnya, bertentangan dengan UU No 13/2003 tentang Ketengakerjaan. Pada UU tersebur di atur bahwa kenaikan UMK dilakukan setahun sekali.

“Inpres juga mengintimidasi peranan dewan pengupahan. Selama ini masalah kenaikan upah buruh, disurvei dewan pengupahan dengan berbagai pertimbangan, baik dari sisi inflasi maupun pertumbuhan ekonomi,” jelas Roy.

Padahal, peran dewan pengupahan di atur dalam Kepres 107 Tahun 2004 tentang Dewan Pengupahan. Pada aksi tersebut, buruh akan mendesak pemerintah kenaikan upah di 2014. Buruh menuntut kenaikan upah sekira 60 persen dari upah sebelumnya. Kenaikan upah 60 persen tersebut, lanjut dia, dilatarbelakangi kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Dampak kenaikan BBM sangat besar dirasakan oleh kaum buruh.

“Daya beli buruh turun. Apalagi UMK 2013 sendiri tidak memperhitungkan dampak kenaikan BBM karena ditetapkan pada tahun 2012," katanya.

Ia juga mengatakan jika Inpres tentang Ketenagakerjaan yang menekan keanikan upah, bertentangan dengan tingginya kebutuhan buruh pascakenaikan harga BBM pada Juni lalu.
(rsa)
Berita Terkait
Massa Buruh Bersama...
Massa Buruh Bersama Rakyat Heningkan Cipta hingga Bakar Tikus Berdasi
6 Tuntutan Buruh Menggema,...
6 Tuntutan Buruh Menggema, Aktivitas Gedung DPR Lengang
Buruh Demo di Depan...
Buruh Demo di Depan DPR Sambil Koreografi Barisan Perjuangan
Ribuan Buruh Bakal Geruduk...
Ribuan Buruh Bakal Geruduk Istana Besok, Ini 3 Tuntutan Utama
Ribuan Buruh Dijadwalkan...
Ribuan Buruh Dijadwalkan Gelar Aksi di Patung Kuda Monas Hari Ini
Ribuan Buruh Lakukan...
Ribuan Buruh Lakukan Demo Menolak Tapera di Istana
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
3 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved