Akta kelahiran palsu marak di Bandung

Selasa, 27 Agustus 2013 - 19:59 WIB
Akta kelahiran palsu...
Akta kelahiran palsu marak di Bandung
A A A
Sindonews.com - Warga Kota Bandung diminta jangan mudah teriming-imingi cepatnya mengurus pembuatan akta kelahiran. Karena, bisa jadi meskipun terlihat seperti akta pada umumnya, namun itu akta asli tapi palsu (aspal).

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung Meivy Adha Krisnan memperlihatkan contoh-contoh akta asli tapi palsu (aspal). Namun, akta kelahiran itu dipastikan akan mempersulit kebutuhan administrasi.

"Ini secara kasat mata sangat betul, baik blanko, format, dan pengisiannya juga asli. Namun, kodefikasi nomeratur wilayahnya milik Cimahi. Ada tandatangan saya yang hasil scan. Diketahui karena lokasinya selalu sama," kata Meivy, di kantornya, Jalan Aceh, Selasa (27/8/2013).

Selain itu, jarak paraf dan nama pun selalu sama, sementara katanya, kalau dari tangan asli pastilah tidak sama. Dia menceritakan, awal diketahui akta aspal ini, ketika ada kebutuhan lalu diminta melampirkan akta yang dilegalisasi. Namun, ternyata aspal. "Dalam lima tahun terakhir ada 40 akta aspal," katanya.

Meivy mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa ada berbagai upaya masyarakat agar proses pembuatan akta cepat. Apalagi, di antaranya pemohon yang tidak bisa melampirkan surat nikah, atau berhubungan dengan urusan hak waris. "Padahal di Disdukcapil itu pengurusannya paling lama dua minggu," katanya.

Begitu ketahuan palsu, dia menjamin pihaknya membantu karena warga yang akan rugi. Dia menambahkan, banyaknya akta aspal yang dicari masyarakat, karena proses di pengadilan lama, maka jadi dipalsukan.

PNS Penyidik di Disdukcapil, Taspen menyatakan, setelah ditelusuri, pembuat akta palsu tidak pernah jelas sumbernya. "Setiap 'korban' yang punya akta palsu membiaskan informasi, katanya dari orang-orang, saat dikonfirmasi ke orangnya ternyata masih ada orang-orang lain lagi," ucapnya.

Dia mengimbau, jika ada warga yang merasa dirugikan dengan akta aspal ini harus lapor. "Kalau yang palsu nanti diprioritaskan. Penyelesaiannya sehari, asalkan syaratnya lengkap," kata Taspen.
(san)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
38 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved