Kehidupan warga di Rawas Ulu memprihatinkan

Minggu, 25 Agustus 2013 - 12:40 WIB
Kehidupan warga di Rawas...
Kehidupan warga di Rawas Ulu memprihatinkan
A A A
Sindonews.com - Kondisi perekonomian 78 Kepala Keluarga (KK) Komunitas Adat Tertinggal (KAT) di Desa Sungai Kecamatan Rawas Ulu, Sumatera Selatan, sangat memperihatinkan. Meski sudah 68 tahun Indonesia merdeka, kehidupannya jauh di bawah garis kemiskinan.

Camat Rawas Ulu, Burlian mengatakan, kondisi KAT di Desa Sungai Kijang sangat memprihatinkan. Kebanyakan KAT hidup dalam rumah yang berukuran 6x6 meter dan ditempati tiga KK. Kemiskinan itu berpengaruh pada kehidupan mereka yang tidak bisa membuat tempat tinggal yang laik.

Apalagi pertumbuhan pendidikan sangat lambat, karena dari 1994 sampai sekarang KAT yang mengenyam pendidikan hanya satu orang sampai jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA).

"Sekarang KAT sudah banyak bersekolah dan ada tiga warga KAT yang bersekolah SMP dan 24 orang menempuh pendidikan sekolah dasar (SD)," sebut Burlian kepada wartawan, di Rawas Ulu, Minggu (25/8/2013).

Menurut Burlian, diharapkan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk warga KAT yang lulus dari SMA. Sehingga, warga KAT benar-benar mendapatkan perhatian dari pemerintah terkait masalah pendidikan.

Selain itu, instansi terkait lainnya melakukan pembinaan terhadap usaha ekonomi warga KAT yang menggantungkan hidup dari ladang dan buruh tani penyadap getah karet. "Di sini KAT Sungai Kijang menetap tidak berpindah-pindah. Sehingga, sangat wajar mendapatkan perhatian serius sebab kehidupan mereka sangat miskin," ungkap Burlian.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Budiman S Parman menambahkan, instansi terkait diimbau membuat jadwal agar bisa melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada warga KAT.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan di tiap lini, mulai dari kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang dilakoni warga KAT. "Kami harapkan instansi terkait berkesinambungan membuat jadwal, sehingga warga KAT memang mendapatkan perhatian bukan hanya ketika ada permasalahan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Masih...
Polda Metro Jaya Masih Periksa Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 5 Anggotanya
3 jam yang lalu
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
8 jam yang lalu
Kemenkes Gelar Investigasi...
Kemenkes Gelar Investigasi Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
8 jam yang lalu
Polisi Dalami Motif...
Polisi Dalami Motif Dokter Muda Loncat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata
8 jam yang lalu
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
10 jam yang lalu
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved