Merasa dibuang, bocah korban ibu tiri alami traumatik
Sabtu, 24 Agustus 2013 - 20:33 WIB
Merasa dibuang, bocah korban ibu tiri alami traumatik
A
A
A
Sindonews.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok ikut menangani kasus N, bocah laki-laki berusia enam tahun yang disiksa ibu tirinya di Pancoranmas, Depok. N bahkan kabur dari rumah dan ditemukan di Plaza Depok dengan kondisi tubuh luka lebam.
Psikolog RSUD Depok yang akan menangani N, dr Diana Papayungan SpKJ mengatakan kasus N menimbulkan traumatik yang mendalam secara psikologis. Sebab N mengalami kekerasan secara fisik dan verbal dengan kata - kata yang menyakitkan dari ibu sambungnya atau ibu tirinya.
"Yang akan kami lakukan yakni dengan psikoterapi. Penanganan dari aspek kejiwaan, psikologis, intervensi luka-luka psikologis yang dialami.
Jelas pasti, trauma fisik, dan trauma psikologis. Sewaktu-waktu pasti N bertanya-tanya harga dirinya kok seperti itu, walaupun masih kecil belum jelas seperti apa," tuturnya di Panti Asuhan Bina Remaja Mandiri, Sukmajaya, Depok, Sabtu (24/08/2013).
Menurut Diana, N sudah merasa ditolak dan dibuang oleh ibu tirinya. Padahal N menginginkan orang tua yang mengayomi penuh cinta kasih dan kasih sayang.
"Pendekatan secara psikologis, bahwa ia diterima oleh orang lain, sekalipun tak punya ibu, diharapkan pada ibu sambungnya, tetapi tak didapatkan, tetapi sejauh ini di panti ini N saya lihat sudah mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya," jelasnya.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjelaskan bahwa pihaknya akan mempertemukan N dengan orang tuanya. Namun pihaknya masih menunggu kejelasan kasus tersebut dari kepolisian sambil menunggu hasil visum.
"Sambil kami lakukan rehabilitasi kesehatan psikologisnya. Akan kami pertemukan dengan orang tuanya, setelah ada kejelasan status dengan Polres, ayah kandungnya ada di Pancoranmas Depok bersama ibu tirinya, dan ternyata ibunya tiri itu perawat, ini masih bisa dimediasi, barangkali ini hanya karena emosi," ungkapnya.
Psikolog RSUD Depok yang akan menangani N, dr Diana Papayungan SpKJ mengatakan kasus N menimbulkan traumatik yang mendalam secara psikologis. Sebab N mengalami kekerasan secara fisik dan verbal dengan kata - kata yang menyakitkan dari ibu sambungnya atau ibu tirinya.
"Yang akan kami lakukan yakni dengan psikoterapi. Penanganan dari aspek kejiwaan, psikologis, intervensi luka-luka psikologis yang dialami.
Jelas pasti, trauma fisik, dan trauma psikologis. Sewaktu-waktu pasti N bertanya-tanya harga dirinya kok seperti itu, walaupun masih kecil belum jelas seperti apa," tuturnya di Panti Asuhan Bina Remaja Mandiri, Sukmajaya, Depok, Sabtu (24/08/2013).
Menurut Diana, N sudah merasa ditolak dan dibuang oleh ibu tirinya. Padahal N menginginkan orang tua yang mengayomi penuh cinta kasih dan kasih sayang.
"Pendekatan secara psikologis, bahwa ia diterima oleh orang lain, sekalipun tak punya ibu, diharapkan pada ibu sambungnya, tetapi tak didapatkan, tetapi sejauh ini di panti ini N saya lihat sudah mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya," jelasnya.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjelaskan bahwa pihaknya akan mempertemukan N dengan orang tuanya. Namun pihaknya masih menunggu kejelasan kasus tersebut dari kepolisian sambil menunggu hasil visum.
"Sambil kami lakukan rehabilitasi kesehatan psikologisnya. Akan kami pertemukan dengan orang tuanya, setelah ada kejelasan status dengan Polres, ayah kandungnya ada di Pancoranmas Depok bersama ibu tirinya, dan ternyata ibunya tiri itu perawat, ini masih bisa dimediasi, barangkali ini hanya karena emosi," ungkapnya.
(lal)