Angka buta huruf di Bali masih tinggi

Kamis, 22 Agustus 2013 - 20:33 WIB
Angka buta huruf di...
Angka buta huruf di Bali masih tinggi
A A A
Sindonews.com - Meski menjadi destinasi pariwisata internasional namun masyarakat yang masih buta huruf di Provinsi Bali tergolong tinggi.

"Bali belum bebas buta huruf meskipun dikenal destinasi wisata unggulan dunia," ujar Ketua Yayasan Pendidikan Gajah Wahana Bali Wayan Sukla Arnata di Nusa Dua, Kamis (22/8/2013).

Meski tidak membeberkan data secara detail untuk konteks Bali, namun Sukla Arnata membeberkan beberapa fakta tentang kondisi buta huruf ini.

Sukla mencontohkan, ada salah satu dusun di Kabupaten Karangasem, ada sekira 800 KK dan hampir semuanya tidak mengenal huruf. Kondisi ini harus memberi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah.

"Semua harus mau berkorban membantu masyarakat yang masih buta huruf,” tandas dalam sambutannya pada Rapat Senat Terbuka Universitas Teknologi Indonesia (UTI) Denpasar dan Wisuda D1/ D2 Balai Pendidikan Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata (Bapppepar) Nusa Dua.

Di pihak lain, dalam Rapat Senat Terbuka, UTI melepas dan mengukuhkan 14 wisudawan yang semuanya dari strata 1 (S1). Adapun Bapppepar Nusa Dua melepas 152 wisudawan D1 dan D2.

Acara wisuda dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. Nyoman Sucipta.

Dalam sambutannya, Prof Sucipta secara khusus mengapresiasi peran perguruan tinggi swasta di Bali dalam memajukan dunia pendidikan.

Hanya saja, ia mengingatkan sebagian besar dosen perguruan tinggi swasta masih belum memenuhi kompetensi sebagaimana diamanatkan aturan yang ada.

Masih banyak dosen tidak ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Kopertis.

"Ada juga yayasan yang mengangkat dosen, namun belum memenuhi kriteria yang ditentukan. Padahal sudah jelas dalam aturan diamanatkan bahwa, dosen minimal S2,” kata Prof Sucipta.

Ia mendorong dosen perguruan tinggi swasta, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.
Di samping itu, dosen yang harus mengikuti sertifikasi sebagaimana dosen negeri.

”Sertifikasi bukan saja berlaku untuk dosen negeri. Dosen yang diangkat yayasan pada perguruan tinggi swasta juga harus mengikuti proses sertifikasi,” demikian Prof Sucipta.
(lns)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Pramono Anung Janji...
Pramono Anung Janji JPO Tendean Segera Dibangun Kembali
1 jam yang lalu
Terduga Pelaku Teror...
Terduga Pelaku Teror Bom di Jaksel Jadi Tersangka, Fahira Idris Minta 6 Hal Ini Jadi Perhatian
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Yolanda Mambu Dorong APBD Parigi Moutong Prorakyat
2 jam yang lalu
Pembunuh Sadis Pengemudi...
Pembunuh Sadis Pengemudi Ojol di Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka
2 jam yang lalu
Pemkot Tangsel Bangun...
Pemkot Tangsel Bangun 3.280 PJU, Benyamin Davnie: Agar Aktivitas Masyarakat Aman
2 jam yang lalu
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved