PNS Depok diduga terlibat penggelapan mobil

Selasa, 20 Agustus 2013 - 15:30 WIB
PNS Depok diduga terlibat...
PNS Depok diduga terlibat penggelapan mobil
A A A
Sindonews.com - Empat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengaku jadi korban penipuan kerabatnya sendiri. Nedy, Jono, Herman, dan Ricardo merasa ditipu oleh oknum PNS berinisial MS.

"Dalam dua bulan terakhir, kira-kira 10 mobil sudah digelapkan. Namun, sampai hari ini MS belum tersentuh pihak kepolisian," terang Ricardo di Balai Kota Depok, Selasa (20/8/2013).

Dia menduga PNS tersebut masuk menjadi anggota sindikat penggelapan mobil di wilayah Depok. Hal itu menjadi masuk akal lantaran dalam tempo dua bulan MS sudah dapat menjaring 10 mobil.

"Yang kita bicarakan ini yang ketahuan, yang tidak ketahuan gimana? Itu artinya jumlah korban MS bisa bertambah," ujarnya.

Dia mengatakan, MS telah menggelapkan empat mobil milik keluarganya, ia juga berhasil menipu dua mobil milik Jono, dua mobil milik Nedy, dan dua mobil milik Herman. Namun, dua dari empat mobil miliknya berhasil kembali. "Satu mobil saya temukan di Tasikmalaya," kata Ricardo.

Bermula dari ajakan MS untuk berbisnis jual beli kendaraan berbagai merek. Ajakan tersebut mendapat sambut positif dari beberapa orang teman yang saat ini menjadi korban kelicikan MS.

Maka terkumpulah dana untuk membeli beberapa kendaraan, yakni APV MT, Nissan Grend Livina, Avanza, Honda Jazz, dan Yarris. "Bisnis dilakukan pada Maret 2013," katanya.

Menurut Ricardo, mereka diiming-imingi mendapatkan uang Rp6 juta per bulan. Di bulan pertama, MS membayar sesuai perjanjian.

Artinya setiap orang mendapatkan Rp6 juta. Namun, memasuki bulan kedua pembayaran mulai tersedat. "Bahkan ada yang belum dibayarkan hingga sekarang," ucapnya.

Dia mengaku, sudah melaporkan kasus penipuan ke kepolisian untuk diproses secara hukum. Dia berharap, pihak kepolisian dapat melacak seluruh aset yang digelapkan MS.

Selain itu, MS juga sudah dilaporkan ke atasannya, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). "Kami semua berharap kasus ini menemui titik terang, kita minta MS diproses secara hukum, bukan secara kekeluargaan," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Edan, Sepasang Kekasih...
Edan, Sepasang Kekasih Ini Kompak Gadaikan 6 Mobil Rental untuk Hura-hura
Berita Terkini
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
30 menit yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
9 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
10 jam yang lalu
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved