Buntut balap liar, dua desa di Muratara bentrok

Senin, 19 Agustus 2013 - 02:13 WIB
Buntut balap liar, dua...
Buntut balap liar, dua desa di Muratara bentrok
A A A
Sindonews.com - Perayaan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) Ke-68 bukan membuat warga Kecamatan Rupit Kabupaten Daerah Otonomi Baru (DOB) Musi Rawas Utara (Muratara) bersatu. Justru warga dua desa yang bertetangga Rupit dan Desa Karang Anyar bentrok, Minggu (18/8/2013) sekira pukul 17.30 WIB.

Mirisnya, bentrok diduga dipicu aksi kebut-kebutan balapan liar (bali) di Jalan Lintas Sumatera (jalinsum) di jembatan desa Muara Rupit.

Akibat aksi kebut-kebutan itu, salah satu warga yang terkena tembakan senjata api rakitan (senpira) dari orang yang tidak dikenal. Akibatnya warga dua desa bentrok berlanjut hingga ke perlombaan perahu dayung yang digelar.

Belum diketahui siapa pelaku penembakan. Sementara korban yang terkena sasaran tembak yakni, Hanafi (35), warga Desa Muara Rupit. Saat ini, korban sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sobirin, Kota Lubuklinggau.

Korban mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan dan kini dalam keadaan kritis. Bahkan diduga ada seorang lagi warga Desa Karang Anyar yang terkena tikaman senjata tajam (sajam) akibat bentrok yang terjadi.

Mendengar ada korban warga dua desa yakni, Desa Muara Rupit dan warga Desa Karang Anyar saling sweeping di Jalinsum. Padahal keduanya hanya bersebelah desa dan hanya berjarak 1,5 kilometer (km).

Akses Jalinsum kembali mencekam dan tidak ada yang melintas termasuk kendaraan warga lainnya karena mengetahui ada bentrok warga dua desa tersebut.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Mura, AKBP Chaidir mengatakan, kondisi sekarang sudah aman dan terkendali tidak ada bentrok antara dua warga desa. "Memang ada korban karena tertembak senpira yang belum diketahui siapa pelaku penembakan," tegas Chaidir.

Perwira berpangkat melati dua menambahkan, aparat kepolisian sudah berjaga di lokasi dua desa bersama anggota Satbrimob Petanang Lubuklinggau. "Diharapkan warga menjaga situasi kondisi yang kondusif sekarang ini,"jelas dia.

Sementara itu. Imron tokoh pemuda Desa Noman mengatakan, saat kejadian aksi mencekam jalinsum dua desa tidak ada berani melaluinya. "Saya saja mau ke Rupit takut pak karena ada sweeping dan nanti jadi korban karena tidak tahu apa-apa," pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Remaja 15 Tahun Korban...
Remaja 15 Tahun Korban Tawuran di Makassar Terkena Anak Panah di Dada
Rampas Sepeda Motor...
Rampas Sepeda Motor Picu Tawuran Antar 2 Kelompok Pemuda di Medan
Tragis, 37 Warga Pubabu...
Tragis, 37 Warga Pubabu Besipae Diserang Warga Desa Tetangga
Breaking News! Abepura...
Breaking News! Abepura Papua Mencekam 2 Kelompok Warga Bentrok Terdengar Suara Tembakan
Polres Tapanuli Selatan...
Polres Tapanuli Selatan Buru Dalang Bentrok Warga dari Dua Desa
Bentrok Antar Warga...
Bentrok Antar Warga 2 Desa di Tapsel: 3 Orang Luka Tembak Senapan Angin
Berita Terkini
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
32 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
9 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved