Ditjen PAS: Dua sipir Lapas Ruku masih di dalam blok
Minggu, 18 Agustus 2013 - 20:15 WIB
Ditjen PAS: Dua sipir Lapas Ruku masih di dalam blok
A
A
A
Sindonews.com - Kerusuhan yang disertai pembakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) oleh para narapidana di Lapas Ruku, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut) terjadi sangat brutal.
Menurut Kasubdit Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan (Pas), Akbar Hadi, kepada Sindonews, Minggu (18/8/2013) petang, para narapidana melakukan tindakan tersebut secara cepat dan melakukan pembakaran di beberapa titik Lapas.
"Mereka menerobos ke pos pengamanan dan melakukan penyerangan terhadap petugas, serta melakukan pembakaran ruang KPLP dan ruang registrasi," papar Akbar Hadi.
Saat inipun, lanjut Akbar, ada dua petugas sipir yang masih berada di dalam blok dan belum diketahui bagaimana nasibnya. Kedua sipir tersebut, diduga menjadi korban kebrutalan para narapidana sekira pukul 17.00 WIB, sore tadi.
Meskipun begitu, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah narapidana yang berhasil melarikan diri memanfaatkan kekisruhan yang terjadi di gedung depan Lapas Ruku Batubara, Sumatera Utara, tersebut.
"Yang pasti, mereka melarikan diri dengan cara melompat pagar tembok lapas. Soal berapa jumlahnya sampai saat ini masih didata," tegasnya.
Menurut Kasubdit Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan (Pas), Akbar Hadi, kepada Sindonews, Minggu (18/8/2013) petang, para narapidana melakukan tindakan tersebut secara cepat dan melakukan pembakaran di beberapa titik Lapas.
"Mereka menerobos ke pos pengamanan dan melakukan penyerangan terhadap petugas, serta melakukan pembakaran ruang KPLP dan ruang registrasi," papar Akbar Hadi.
Saat inipun, lanjut Akbar, ada dua petugas sipir yang masih berada di dalam blok dan belum diketahui bagaimana nasibnya. Kedua sipir tersebut, diduga menjadi korban kebrutalan para narapidana sekira pukul 17.00 WIB, sore tadi.
Meskipun begitu, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah narapidana yang berhasil melarikan diri memanfaatkan kekisruhan yang terjadi di gedung depan Lapas Ruku Batubara, Sumatera Utara, tersebut.
"Yang pasti, mereka melarikan diri dengan cara melompat pagar tembok lapas. Soal berapa jumlahnya sampai saat ini masih didata," tegasnya.
(rsa)