Jelang KTT APEC, Polda terkendala anggaran X Ray

Minggu, 18 Agustus 2013 - 12:21 WIB
Jelang KTT APEC, Polda...
Jelang KTT APEC, Polda terkendala anggaran X Ray
A A A
Sindonews.com - Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC yang akan digelar di Bali sudah makin dekat namun kepolisian masih terkendala anggaran operasional alat pendeteksi X Ray. Hal itu diakui Kapolda Bali Irjen Pol Arif Wachyunadi.

Menurut Kapolda, pihaknya sudah siap mengamankan KTT APEC yang akan dihadiri 21 kepala negara dan ribuan delegasi berbagai negara. Alat canggih X Ray untuk mendeteksi keamanan di Bali juga sudah disiagakan di beberapa titik setrategis seperti pintu masuk bandara dan pelabuhan.

Di Pelabuhan Gilimanuk Kabupaten Jembrana dan Padang Bai Kabupaten Karangasem sudah tersedia X Ray. Hanyan saja, alat itu tidak dioperasionalkan setiap hari atau setiap saat.

"Sudah dipasang, kalau ada ancaman kalau ada kegiatan yang meningkat ya kita pasang," ujar Arif usai menghadiri Baktimu Negeri di Gedung Wantilan DPRD Bali, Sabtu (17/8/2013).

Tidak dioperasionalkannya X Ray setiap saat itu dikarenakan membutuhkan dana tidak sedikit.

Sebagai gambaran untuk operasional X Ray membutuhkan 200 liter solar yang jika dihitung harga perliternya Rp12 ribu maka setidaknya menelan anggaran mencapai Rp2,4 juta perharinya.

Dengan mahalnya biaya operasional X Ray itulah, kepolisian memilih waktu yang tepat untuk pengoperasionalnya seperti ketika terjadi potensi ancaman gangguan keamanan.

Pihaknya belum bisa memenuhi harapan kalangan DPRD Bali agar X Ray yang dimiliki kepolisian bisa terpasang dan siaga setiap saat atau setiap harinya.

"Ya nanti kita ajukan anggaran ke APBD atau APBN," imbuh mantan Kapolda NTB ini.

Terlepas dari keterbatasan itu semua, Kapolda memastikan kesiapan jajarannya dalam mengamankan perhelatan KTT APEC yang akan digelar di Nusa Dua pada Oktober mendatang.

"Kita sudah siap mengamankan KTT APEC, masyarakat harus bisa menjadi tuan rumah yang baik," harap dia.

Untuk itu, masyarakat diminta tidak berbuat atau melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan delegasi atau tamu negara saat pertemuan dunia itu digelar di Nusa Dua.

Masyarakat Bali jangan jadi tuan rumah yang justru mengganggu dan harus bisa menerima tamu dengan baik bagi delegasi. Para delegasi bisa betah tinggal di Pulau Seribu Pura tersebut.

"Jadi, jangan berperilaku yang dapat mengganggu kenyamana tamu di Bali seperti mencuri atau mabuk-mabukan, kalau mengganggu ya kita tangkap," tutupnya.
(lns)
Berita Terkait
Deteksi Dini Penting...
Deteksi Dini Penting untuk Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Kapolres Pinrang Harap...
Kapolres Pinrang Harap Dukungan Semua Pihak Ciptakan Keamanan dan Ketertiban
Pos Terpadu Diharapkan...
Pos Terpadu Diharapkan Mampu Jaga Keamanan dan Ketertiban di Bulukumba
Kapolres Ajak Pengurus...
Kapolres Ajak Pengurus Parpol Jaga Keamanan dan Ketertiban di Maros
Ingin Ekonomi Pulih,...
Ingin Ekonomi Pulih, Pengusaha Minta Stabilitas Keamanan dan Ketertiban di Ibu Kota
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Berita Terkini
Jalan Lenteng Agung...
Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sementara, Ini Jalur Alternatif bagi Pengendara
30 menit yang lalu
Nanik S Deyang Ancam...
Nanik S Deyang Ancam Tutup SPPG Jika Tak Beli Telur Langsung dari Peternak
31 menit yang lalu
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
3 jam yang lalu
Buntut Pengunjung Masuk...
Buntut Pengunjung Masuk Kandang Gajah, Ragunan Perketat Pengawasan
5 jam yang lalu
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
9 jam yang lalu
5 Fakta Bom Perang Dunia...
5 Fakta Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, Nomor 3 Memilukan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved