2 rumah hancur terkena ledakan petasan, 1 orang tewas
Kamis, 08 Agustus 2013 - 03:48 WIB
2 rumah hancur terkena ledakan petasan, 1 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Aparat kepolisian dari Polres Jombang, masih terus melakukan penyelidikan atas meledaknya petasan yang menghancurkan dua rumah, dan menewaskan satu orang warga, di Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa ratusan butir selongsong kosong, dan satu plastik serbuk peluncur. Hingga kini, lokasi rumah tersebut masih mengundang perhatian warga sekitar dan menjadi tontonan warga.
Sejumlah petugas berpakaian preman tampak masih terus melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mencari kemungkinan adanya barang bukti yang dapat diamankan. Sejumlah saksi pun telah diperiksa.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebelumnya, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 225 butir selongsong petasan yang masih kosong, serta satu plastik serbuk peluncur.
Dari keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa pelaku sekaligus korban bukanlah produsen petasan. Namun saat itu, korban sengaja membuat petasan untuk menyambut datangnya malam takbir hari raya Idul Fitri.
Peristiwa meledaknya petasan yang membuat dua rumah warga hancur, dan satu orang tewas, terjadi pada Selasa 6 Agustus 2013 malam, di halaman belakang rumah Hajah Umi Kulsum.
Saat itu, korban sedang meracik petasan di belakang rumah tetangganya, bersama dengan beberapa orang temannya. Namun, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba terjadi peristiwa ledakan yang sangat dahsyat hingga membuat dua rumah di lokasi kejadian hancur. Korban ditemukan tewas dengan kondisi sangat mengenaskan.
Sementara teman-teman korban yang lain selamat karena jaraknya yang cukup jauh. Polisi kini masih terus melakukan penyelidikan.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa ratusan butir selongsong kosong, dan satu plastik serbuk peluncur. Hingga kini, lokasi rumah tersebut masih mengundang perhatian warga sekitar dan menjadi tontonan warga.
Sejumlah petugas berpakaian preman tampak masih terus melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mencari kemungkinan adanya barang bukti yang dapat diamankan. Sejumlah saksi pun telah diperiksa.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebelumnya, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 225 butir selongsong petasan yang masih kosong, serta satu plastik serbuk peluncur.
Dari keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa pelaku sekaligus korban bukanlah produsen petasan. Namun saat itu, korban sengaja membuat petasan untuk menyambut datangnya malam takbir hari raya Idul Fitri.
Peristiwa meledaknya petasan yang membuat dua rumah warga hancur, dan satu orang tewas, terjadi pada Selasa 6 Agustus 2013 malam, di halaman belakang rumah Hajah Umi Kulsum.
Saat itu, korban sedang meracik petasan di belakang rumah tetangganya, bersama dengan beberapa orang temannya. Namun, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba terjadi peristiwa ledakan yang sangat dahsyat hingga membuat dua rumah di lokasi kejadian hancur. Korban ditemukan tewas dengan kondisi sangat mengenaskan.
Sementara teman-teman korban yang lain selamat karena jaraknya yang cukup jauh. Polisi kini masih terus melakukan penyelidikan.
(san)