KPUD OKI bantah bagi-bagi dana sisa pilkada

Jum'at, 02 Agustus 2013 - 15:36 WIB
KPUD OKI bantah bagi-bagi...
KPUD OKI bantah bagi-bagi dana sisa pilkada
A A A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Komering Ilir (OKI), Abdul Hamid Usman, membantah SMS gelap yang menyebutkan telah melakukan aksi 'bagi-bagi' uang sisa Pilkada OKI sebesar Rp600 juta.

Dalam SMS tersebut, disebutkan jika dana sisa anggaran pilkada tersebut dibagikan kepada seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat KPUD.

"Itu tidak benar. Semua ada di Sekretaris KPUD OKI, sementara laporan pertanggungjawabannya masih proses audit," ujar Hamid kepada SINDO, Jumat (2/7/2013).

Sementara Kasubag Humas dan Teknis Pemilu KPUD OKI, Dedi Irawan ketika dihubungi via ponsel menyatakan tidak benar jika dana sisa Pilkada OKI Rp600 juta telah dibagi-bagikan kepada semua staf.

"Itu tidak benar, sebab sisa dana Pilkada OKI bukan Rp600 juta, tapi Rp2 Milyar yang memang dianggarkan untuk mengantisipasi adanya pemilihan putaran kedua. Dana itu tidak bisa diambil, karena tidak ada putaran kedua," jelas Dedi.

Dikatakannya, saat ini laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati OKI masih dalam proses penyusunan laporan.

"Laporannya saja masih disusun, kok sudah dikatakan ada sisa. Setahu saya juga masih banyak order segala keperluan pemilihan yang belum dibayarkan, begitu juga dengan honor Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan pegawai KPUD selama 8 bulan hingga bulan Agustus yang belum dibayarkan," bebernya.

Besaran honor tersebut, kata dia, nilainya bervariasi antara Rp500 ribu-Rp750 ribu untuk tingkat PPS, berbeda lagi nominalnya dengan honor PPK dan pegawai KPUD.

"Jadi untuk honor PPS, PPK dan pegawai KPUD OKI yang belum dibayarkan totalnya lebih dari Rp1 miliar. Itu honor selama 8 bulan hingga bulan Agustus ini," urainya.

Jadi, tambahnya, tidak mungkin kalau dana sisa Pilkada OKI telah dibagi-bagikan kepada semua pegawai karena pelaporan penggunaan anggaran saja masih diproses.

"Kalau untuk masalah rangkap jabatan Syamsiah selaku Kasubag Hukum dan Bendahara itu bukan wewenang saya menjawabnya," tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Dapat Nomor Urut 2 di...
Dapat Nomor Urut 2 di Pilgub Sumsel, Eddy Santana: Nomor Kesayangan Kami
Pengunjuk Rasa Penolakan...
Pengunjuk Rasa Penolakan Hasil Pilkada Digigit Anjing Milik Polisi
Pilkada PALI, Heri Amalindo...
Pilkada PALI, Heri Amalindo Cuti Mulai 7 Oktober 2020
Survei LPI, Pertahana...
Survei LPI, Pertahana Pilkada PALI Sumsel Masih Unggul
Pilkada Damai, Kapolda...
Pilkada Damai, Kapolda Sumsel Eko Indra Heri Ucapkan Terima Kasih kepada Masyarakat
Riezky Aprilia Siap...
Riezky Aprilia Siap Mundur jika Gagal Berantas Pungli di Sekolah Sumsel
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
15 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
41 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
50 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
6 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved