Kalapas Kerobokan gusar dengan pernyataan Rachel

Senin, 29 Juli 2013 - 17:15 WIB
Kalapas Kerobokan gusar...
Kalapas Kerobokan gusar dengan pernyataan Rachel
A A A
Sindonews.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar (Kerobokan) I Gusti Ngurah Wiratna mengaku telah membentuk tim investigasi terkait dugaan kekerasan yang dialami narapidana asal Inggris, Rachel Dougall (40).

Pembentukan tersebut, terkait pengakuan Rachel di sebuah media asing. Dalam curhatnya, Rachel mengaku telah mengalami penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya. Rachel sendiri merupakan terpidana kasus penyelundupan kokain senilai 1,6 juta poundsterling atau sekira Rp25 miliar.

"Saya pimpin langsung tim ini, menginvestigasi semua yang terkait bersangkutan yang menghuni sel bersama napi asing lainnya," jelas Wiratna dihubungi lewat telepon, Senin (29/7/2013).

Meski begitu, Wiratna membantah jika pihaknya dikatakan telah melakukan apa yang dikatakan Rachel kepada media asing tersebut. Menurutnya, berdasarkan pengakuan dari beberapa narapidana lainnya, tidak ada yang menguatakan pengakuan Rachel.

Pengakuan Rachel, sambung Wirtana tidak ada yang terbukti. Karenanya, dia heran dengan apa yang dilakukan napi tersebut dan sejuah ini belum mengetahui apa motifnya dibalik jeritannya ke media asing.

Demikian juga dengan perlakuan tidak manusiwai dalam hal fasilitas bagi napi asing, ia kembali membantahnya. Pasalnya, justru seluruh fasilitas yang diberikan lapas terbesar di Bali itu terbilang istimewa.

Disebutkan, tempat tidur napi seperti kasur tebal hingga kebutuhan air tidak pernah ada masalah selalu mengalir tidak pernah mati. Sembari berseloroh dia menyebutkan kasur tebal yang dipakai napi tersebut sama tebalnya dengan kasur miliknya di rumah.

"Saya kira fasilitasnya untuk ukuran napi sudah layak dan nyaman. Makanya kami bingung kok dia ngomong seperti itu, apa motifnya saya tidak tahu. Itu semua bisa dicek. Apalagi, pihak Konjen Inggris juga sudah mengetahui dan memahami kondisi fasilitas untuk warga negaranya yang menjadi warga binaan di LP Kerobokan. Jika kemudian ia bebas, kemudian kasurnya dipakai oleh ke napi lainnya tentu saja hal yang wajar saja," tegasnya.

Demikian juga, pengakuan Rachel mendapat tindak kekerasan ditepis Wiratna dengan mengatakan, potensi terjadinya tindak kekerasan pasti akan terdeteksi petugas yang rutin melakukan kegiatan patroli ke sel sel napi.

"Selama ini kami tidak pernah menerima laporan adanya tindak kekerasan seperti dialami yang bersangkutan," tutup Wiratna.
(rsa)
Berita Terkait
Potret Napi-Napi Cantik...
Potret Napi-Napi Cantik Ikuti Fashion Show di Lapas Bulu Semarang
Bikin Ulah, 9 Napi Asimilasi...
Bikin Ulah, 9 Napi Asimilasi Kembali Dibekuk Polisi
Napi Asimilasi Bikin...
Napi Asimilasi Bikin Ulah, Polisi Bakal Terapkan Tembak di Tempat
5 Napi Teroris Lapas...
5 Napi Teroris Lapas Way Kanan Ucapkan Janji Setia kepada NKRI
1 Napi Teroris di Lapas...
1 Napi Teroris di Lapas Majalengka Ikrar Setia NKRI dan Cium Bendera Merah Putih
Narapidana Kasus Pencabulan...
Narapidana Kasus Pencabulan Nikahi Kekasihnya di Lapas Kediri
Berita Terkini
Pramono Anung Janji...
Pramono Anung Janji JPO Tendean Segera Dibangun Kembali
12 menit yang lalu
Terduga Pelaku Teror...
Terduga Pelaku Teror Bom di Jaksel Jadi Tersangka, Fahira Idris Minta 6 Hal Ini Jadi Perhatian
30 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Yolanda Mambu Dorong APBD Parigi Moutong Prorakyat
1 jam yang lalu
Pembunuh Sadis Pengemudi...
Pembunuh Sadis Pengemudi Ojol di Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka
1 jam yang lalu
Pemkot Tangsel Bangun...
Pemkot Tangsel Bangun 3.280 PJU, Benyamin Davnie: Agar Aktivitas Masyarakat Aman
1 jam yang lalu
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved