Satpol PP pulangkan puluhan gelandangan di Solo

Kamis, 25 Juli 2013 - 12:34 WIB
Satpol PP pulangkan...
Satpol PP pulangkan puluhan gelandangan di Solo
A A A
Sindonews.com - Puluhan pengemis, gelandangan, dan orang telantar di wilayah Solo berhasil dirazia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu 25 Juli 2013. Razia itu, dilakukan secara serentak ditujuh kabupaten dan kota yang ada di Solo.

Keterangan yang didapatkan dari Kepala Satpol PP Kota Solo Sutardjo menyebutkan, operasi rutin tersebut sengaja dilakukan secara serentak. Menurutnya, dengan operasi serentak, hasil yang didapatkan oleh Satpol PP lebih maksimal jika dibanding razia secara mandiri.

"Memang sengaja kami lakukan secara serentak, ini semua dilakukan agar PGOT di wilayah Soloraya semakin menurun," ujarnya, kepada wartawan, Kamis (25/7/2013).

Dalam operasi yang dilakukan kemarin pagi hingga dini hari tadi, Satpol PP berhasil menangkap puluhan PGOT. Untuk Kota Solo, jumlah PGOT sebanyak 30 orang, Klaten 28 orang, Sukoharjo sembilan orang, Sragen 16 orang, Boyolali enam orang, dan Karanganyar enam orang.

Sedangkan di wilayah Wonogiri, diamankan delapan orang gila, dan empat pasangan selingkuh. Para gelandangan tersebut, selanjutnya didata oleh Satpol PP kabupaten dan kota masing-masing. Para gelandangan yang tidak memiliki gangguan jiwa langsung dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sedangkan yang terkena gangguan jiwa, akan diserahkan pada Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) setempat. "Alhamdulilah, Solo tidak ada yang gila, semua sehat. Sehingga mereka langsung kami kirim ke rumah masing-masing," sambungnya.

Untuk orang yang berada di Kota Solo, pihaknya bakal memulangkannya dengan kendaraan Satpol PP. Sedangkan untuk yang berasal dari luar kota, akan dipulangkan dengan naik bus sampai ke alamat tujuan.

Dia menegaskan, para PGOT itu berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Ada yang dari Sumenep, ada juga yang dari Purwokerto. Mereka akan kami pulangkan semua, apalagi menjelang Lebaran seperti ini. Pastinya mereka ingin pulang, tetapi tidak punya ongkos," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang PGOT Nartini mengaku, sudah tiga tahun di Kota Solo. Dia mengaku bertahan hidup dengan mencari barang-barang bekas yang dia jual kepada pengepul.

"Hidupnya di emperan, bertahan hidup dengan jualan barang bekas. Kalau memang harus dipulangkan kami pasrah," ucapnya.
(san)
Berita Terkait
Gaya Wali Kota Solo...
Gaya Wali Kota Solo Pakai Masker Bergambar Kumis Tebal Jadi Viral
Wali Kota Solo Sambut...
Wali Kota Solo Sambut Perpres Terkait PPPK
Wali Kota Solo Usul...
Wali Kota Solo Usul Tahun Ajaran Baru Dimulai Januari 2021
Wali Kota Solo Resmi...
Wali Kota Solo Resmi Larang Anak Diajak ke Mal saat Pandemi COVID-19
Waspadai Ancaman Resesi,...
Waspadai Ancaman Resesi, Pemkot Solo Prioritaskan UMKM
Pemkot Solo Gelar Apel...
Pemkot Solo Gelar Apel Siaga Bencana
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
10 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
10 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
11 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
11 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
12 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
14 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved