Petugas Dishub keteteran lawan preman

Rabu, 24 Juli 2013 - 18:46 WIB
Petugas Dishub keteteran...
Petugas Dishub keteteran lawan preman
A A A
Sindonews.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin, mengeluhkan keberadaan sejumlah preman di Pos Terminal tipe C Simpang Lubuk Lancang, Kecamatan Banyuasin III.

Mereka tidak segan-segan menguasai keberadaan terminal dengan menarik retribusi di lokasi terminal tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuasin Supriadi mengatakan jika selama seminggu ini terminal tersebut sudah di"duduki" para preman.

Beberapa kali petugas Dishub harus keteteran mengusir preman tersebut. Bahkan, sempat terjadi cekcok mulut antar petugas dan preman-preman itu.

"Keberadaannya sudah makin meresahkan. Selain menguasai terminal juga sudah berani mengambil uang dari pengendara angkutan barang yang melintas," ungkapnya, Rabu (24/7/2013).

Kondisi ini, sambung dia, cukup meresahkan dan merugikan. Mengingat, nilai retribusi yang seharusnya dapat dikumpulkan menjadi pendapatan daerah (PAD),cenderung lost (hilang) pada pihak lainnya.

Diperkirakan perharinya terdapat nilai retribusi mencapai Rp300 ribu. Tapi sejak sepekan terakhir, nilai retribusi tersebut tidak diperoleh oleh petugas.

"Terminal itu termasuk sumber pendapatan retribusi, walaupun tidak besar penghasilannya tetapi tidak benar juga jika ada oknum yang menguasai untuk kepentingan pribadi atau kelompok," ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, upaya menarik retribusi juga sebagai upaya menjaga aset milik daerah.

Dia menambahkan, terminal tersebut hanya meminta uang retribusi dari mobil angkutan barang yang menuju jalan poros Pulau Rimau. Tapi yang terjadi, malah sebagian oknum mengambil pungutan liar itu pada sejumlah pengendara yang melintas.

"Jelas ini meresahkan dan butuh tindakan hukum. Saat ini, terminal masih dikuasai oleh preman-preman tersebut," imbuhnya.

Supriyadi menambahkan, pihaknya telah bertemu dengan warga yang mengambil alih penarikan retribusi, namun mereka tidak bersedia alias menolak peraturan yang dianjurkan.

"Sudah ditindak secara persuasif , tetapi mereka tidak mau, malah mereka meminta untuk pembagian harian, dan malah ingin selamanya mengambil alih tetapi tetap menyetor kepada Dishub, tentu kami tolak karena bertentangan dengan peraturan," terangnya.

Masih kata Supriyadi, pihaknya sudah menerima laporan dari beberapa sopir travel dan warga sekitar yang mulai resah atas kegiatan oknum tersebut.

"Ya kalau sopir tentunya keberatan, karena memang untuk travel tidak ada pungutan, dan warga resah karena pos tersebut dipakai untuk kegiatan mengarah ke kriminalitas," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara angkutan, Ismed mengaku sudah sangat sering dipaksa preman-preman untuk membayar retribusi.

Padahal, wajib retribusi yang melintas terminal hanyalah pengendara angkutan barang.

"Mereka memaksa, mesti tidak ditetapkan jumlahnya tapi harus bayar. Rugi juga lah mbak, kami tiap hari diminta uang seperti itu, padahal kami tidak bawa barang, hanya semacam travel," ungkapnya.
(lns)
Berita Terkait
Polisi di Tangerang...
Polisi di Tangerang Sikat Preman dan Libas Miras
Sok Jagoan Peras Pedagang...
Sok Jagoan Peras Pedagang Sate, Preman Bertato di Sunggal Nangis Ditangkap Polisi
Anak Punk Bertato Menangis...
Anak Punk Bertato Menangis saat Diamankan Petugas
81 Preman Diangkut ke...
81 Preman Diangkut ke Polres Garut, Buntut Pengeroyokan Polisi
Operasi Bersihkan Wilayah,...
Operasi Bersihkan Wilayah, Polsek Majalaya Amankan Belasan Preman dan Senjata Tajam
Preman dan Anjal Diamankan...
Preman dan Anjal Diamankan di Pasuruan, Bukan Disel tapi Dimasukkan ke Pesantren
Berita Terkini
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
4 menit yang lalu
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
11 menit yang lalu
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
20 menit yang lalu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
37 menit yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
50 menit yang lalu
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved