Gawat, pengemis musiman di Depok sudah menjadi kultur

Senin, 15 Juli 2013 - 10:02 WIB
Gawat, pengemis musiman...
Gawat, pengemis musiman di Depok sudah menjadi kultur
A A A
Sindonews.com - Wajah Depok terutama di Jalan Margonda mulai dihiasi oleh gembel dan pengemis (gepeng) musiman. Pengamat pPOlistik dari Universitas Indonesia menilai, menjadi pengemis dadakan bisa mendatangkan rezeki besar.

Pantauan SINDO, beberapa lokasi yang banyak ditemukan pengemis, seperti jembatan penyebrangan orang (JPO) Depok Town Square (Detos)-Margo City, JPO Terminal Depok, Jalan Juanda dan di sekitar Terminal Depok.

Diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 800 hingga 1.000 pengemis yang menyerbu kota-kota besar seperti Jakarta dan Depok.

"Kota besar dan daerah penyangga memang menjadi magnet tersendiri bagi pengemis musiman tersebut," kata Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, Senin (15/7/2013).

Ia mengatakan sebenarnya tidak ada penyebab tersembunyi atau apa pun. Sewaktu bulan puasa, orang-orang merasa sebagai kesempatan untuk beramal sebanyak-banyaknya.

"Banyak yang kemudian memanfaatkan momentum ini untuk mengais pendapatan dengan cara meminta sedekah," tuturnya.

Yang lebih mencengangkan, sambung dosen vokasi UI itu, menjadi pengemis musiman akan mendatangkan pendapatan dadakan yang besar. Sehingga stigma itu yang dijadikan alasan para gepeng musiman hijrah ke kota besar seperti Jakarta dan Depok.

"Dengan mengemis seseorang bisa menghasilkan lebih ketimbang susah-susah bertani atau berjualan. Bagaimana tidak menjadi sebuah kultur?" paparnya.

Keberadaan pengemis musiman, lanjut Devie merupakan kebiasaan yang sudah terjadi secara menahun. "Ini sudah menjadi sebuah kultur yang sangat kontraproduktif. Sudah terlegitimasi namun dengan konsep keliru mengenai beramal, " tambahnya.

Ia mengatakan solusinya masyarakat memerlukan konsep beramal dengan perspektif luas, holistik, dan tak jatuh pada orientasi yang penting merasa menolong orang, padahal menjerumuskannya dalam kebergantungan kepada pemberian orang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Depok, Abdul Haris memastikan akan ada razia gepeng gabungan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok.

"Umumnya mereka ada di lampu merah Juanda, lampu merah Ramanda, dan lampu merah Jalan Siliwangi. Memang ada kemungkinan mereka dimobilisasi, upaya akan dilakukan secara insentif," ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
4 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
4 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
4 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved