Penumpang setuju KRL ekonomi dihapus

Rabu, 03 Juli 2013 - 13:20 WIB
Penumpang setuju KRL...
Penumpang setuju KRL ekonomi dihapus
A A A
Sindonews.com - Setelah diberlakukannya tarif progresif, banyak penumpang yang mengaku setuju jika kereta rel listrik (KRL) ekonomi dihapuskan. Pasalnya, rentang harga tarif antara KRL ekonomi dengan commuter line (CL) tidak jauh.

Harga KRL ekonomi dipatok Rp1.500 sedangkan CL dipatok Rp2.000 untuk lima stasiun pertama dan penambahan Rp500 tiap tiga stasiun.

"Setuju saja dihapus, karena sekarang harganya enggak jauh dengan ekonomi. Dari Stasiun Lenteng ke Cawang saja cuma bayar Rp2.500," kata Rita Mardiana, salah seorang penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Depok, Rabu (3/7/2013).

Dikatakan dia, saat ini pun penumpang KRL ekonomi sudah banyak yang beralih ke CL. Sehingga lebih baik jika KRL ekonomi segera dihapuskan.

"Asal nantinya gerbong ditambah dan jadwalnya lebih cepet lagi. Jadi penumpang juga enggak penuh," saran dia.

Lantaran kepadatan yang terjadi di KRL CL saat ini, dirinya berharap, agar PT KCJ segera mengatasi kondisi tersebut.

"Sekarang kan penuh karena penumpang ekonomi pindah ke CL. Jadi harusnya kereta CL lebih diperbanyak," pintanya.

Penerapan tarif progresif sudah berjalan tiga hari sejak Senin 1 Juli 2013 lalu. Pada hari pertama antrean di loket mencapai satu kilometer. Namun, sejak kemarin sudah tidak ada lagi antrean panjang seperti sebelumnya.
(mhd)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Pembebasan Lahan Rel...
Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Pangkep Ditarget Rampung 2 Bulan
Berita Terkini
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
26 menit yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
52 menit yang lalu
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
53 menit yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
2 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
3 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved