KPA: Aksi unjuk rasa Petani di PT Megatop beralasan

Rabu, 26 Juni 2013 - 13:32 WIB
KPA: Aksi unjuk rasa...
KPA: Aksi unjuk rasa Petani di PT Megatop beralasan
A A A
Sindonews.com - Aksi unjuk rasa penolakan tambang pasir besi milik PT Megatop di Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, yang berujung bentrok dinilai beralasan. Pasalnya, aksi unjuk rasa warga tersebut dilakukan karena kegiatan PT Megatop tersebut dinilai telah merusak lingkungan.

Hal itu disampaikan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) kepada Sindonews, dalam rilis resminya, Rabu (26/5/2013). Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPA, Iwan Nurdin, warga memang menolak keras dampak yang ditimbulkan dari penambangan pasir besi tersebut.

"Warga dari Kecamatan Sindangbarang, Cidaun dan Argabinta, Cianjur Selatan menolak keberadaan perusahaan tersebut karena dirasa merusak lingkungan," jelas Iwan Nurdin.

Menurutnya, eksploitasi pasir besi membuat Pantai Selatan Cianjur sepanjang 70 km mengalami abrasi. "Abrasi dirasakan membahayakan masyarakat Cianjur karena merusak fungsi sosial ekologis pesisir," terangnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Paguyuban Petani Cianjur (PPC), Warga dari Kecamatan Sindangbarang, Cidaun dan Argabinta, Cianjur Selatan melakukan aksi unjukrasa di PT Megatop di Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Aksi tersebut ternyata berujung ricuh. Setidaknya 5 orang tertembak dan 1 diantaranya kritis karena tertembak di bagian dada oleh aparat keamanan.

“Awalnya aksi berjalan damai. Tapi setelah perwakilan massa diundang dialog kericuhan pun pecah dan massa mulai melempari kantor PT Megatop dengan menggunakan batu,” terang Kabis Humas Polda Jawa Barat, Martinus Sitompul, Selasa (25/6/2013).

Menurut Martinus, dalam serangan pertama, lemparan batu menyebabkan kerusakan pada bangunan kantor dan merusak tiga kendaraan yang tengah di parkir. Polisi pun akhirnya bertindak dan berhasil mendorong massa keluar dari lingkungan perusahaan. Namun, aksi terus berlanjut di luar lingkungan perusahan dengan cara yang sama yakni melempari kantor.

“Aksi saling lempar itu kembali terjadi. Akibatnya tiga motor yang sedang di parkir rusak. Tidak hanya itu, sebagian massa juga melakukan aksi pelemparan, dobrak pagar seng, dan membakar alumunium yang di simpan di gudang,” beber Martinus.

Tidak sampai disitu, sekira pukul 13.00 WIB, datang kembali 200 orang dari arah selatan dan langsung merangsek masuk kedalam perusahaan dengan cara merusakan pagar seng.

“Massa kemudian membakar mesin genset. Akhirnya anggota dalmas mendorong massa sampai ke jalan raya, dan sempat terjadi bentrok fisik,” jelasnya.

Massa yang semakin beringas terus melakukan perlawan kearah polisi hingga akhirnya melukai sekira 15 orang anggota polisi. “Mereka semua luka terkena lemparan batu,” katanya.

Bentrokan pun kembali pecah setelah massa menjebol pagar seng yang berada disebelah barat. Namun akhirnya massa pun mundur setelah polisi menembakan gas air mata terhadap massa sekira pukul 13.45 WIB.
(rsa)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
6 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
7 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
7 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
7 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved