BBM naik, banyak pejabat Garut ganti pelat nomor

Jum'at, 21 Juni 2013 - 17:58 WIB
BBM naik, banyak pejabat...
BBM naik, banyak pejabat Garut ganti pelat nomor
A A A
Sindonews.com - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan naik, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut beramai-ramai mengganti pelat nomor kendaraan dinasnya. Pelat nomor mobil dinas yang tadinya berwarna merah, diganti menjadi hitam seperti kendaraan pribadi.

Dari informasi yang dihimpun, setidaknya ada 19 unit mobil dinas yang berpelat hitam. Sekjen Garut Governance Watch (G2W) Agus Rustandi menuding, perubahan pelat nomor kendaraan dinas di lingkup Pemkab Garut ini rentan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

"Belum diketahui pasti perubahan plat nomor kendaraan itu dimaksudkan untuk apa. Apakah mengelabui petugas SPBU agar dapat mengisi BBM bersubsidi atau tidak, kita tak dapat memastikannya," kata Agus, Jumat (21/6/2013).

Apalagi, lanjut dia, mobil dinas tersebut tidak dipasangi stiker larangan menggunakan bahan bakar bersubsidi. Kekhawatiran dia yang lain muncul, karena kendaraan dinas itu juga sering digunakan untuk kepentingan pribadi.

"Sudah semestinya kepolisian mencabut pelat nomor tersebut. Apalagi, dalam undang-undang lalulintas tidak ada aturan yang memperbolehkan perubahan itu. Perubahan pelat nomor ini sudah mengkhianati rakyat. Kalau tidak mau jadi pejabat ya jangan pakai kendaraan dinas,” ujar Agus.

Adapun belasan mobil dinas yang warna pelat nomornya diganti ini adalah Z-1160-PN, Z-1161-PN, Z-1162-PN, Z-1163-PN, Z-1164-PN, Z-1165-PN, Z-1166-PN, Z-1167-PN, Z-1168-PN, Z-1169-PN, Z-1170-PN, Z-1171-PN, Z-1172-PN, Z-1173-PN, Z-11200-PN, Z-1204, Z-1205-PN, dan Z-1207-PN.

Menanggapi tudingan ini, Kepala Bagian Umum Pemkab Garut Ardhi Sjamsul Marich menjelaskan, penggantian pelat nomor kendaraan ini seizin dari kepolisian daerah (Polda) Jawa Barat melalui Polres Garut.

"Alasannya untuk kenyamanan dan keamanan para pejabat dalam melaksankan tugas lapangan," katanya.

Ardhi membantah penggantian pelat nomor ini untuk mengelabuhi petugas SPBU demi mendapatkan BBM bersubsidi. Menurut dia, semua petugas SPBU telah mengetahui nomor polisi kendaraan dinas tersebut.

“Tidak akan ada petugas yang mengisi premium kepada mobil-mobil itu. Semua kendaraan harus diisi Pertamax. Nomor rahasia ini juga sudah diketahui masyarakat umum,” ujarnya.

Kabag Ops Polres Garut Kompol Rudi Trihandoyo, mengaku akan mengawasi kendaraan dinas berpelat hitam tersebut. Menurut dia, pihaknya telah menyiagakan lima orang polisi di setiap SPBU.

“Kalau ada mobil dinas yang pakai BBM bersubsidi akan kita peringatkan terlebih dahulu. Pokoknya kita akan lakukan dulu secara persuasif,” imbuhnya.
(rsa)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
54 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
4 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved