Pemadaman api di Riau dilakukan dari darat & udara
Jum'at, 21 Juni 2013 - 15:45 WIB
Pemadaman api di Riau dilakukan dari darat & udara
A
A
A
Sindonews.com - Pemadaman api di Kepulauan Riau direncanakan pemerintah dilakukan dengan dua strategi operasi. Yakni pemadaman manual dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan kebakaran dan asap tebal yang beberapa hari ini menyelimuti Kepulauan Riau.
Hal itu dikatakan Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan, di Kantor BNPB, Jalan Juanda No.36, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).
"Operasi pemadaman yang telah kita tentukan adalah melalui pemadaman manual dengan turun langsung ke lokasi, melalui darat dan udara. Pemadaman di darat kita dibantu oleh TNI dan juga Satgas Brimob dengan mendatangi langsung titik api (Hotspot) di wilayah Riau," kata Sutopo.
Selain itu, Sutopo juga mengatakan BNPB akan menggunakan 7 pesawat Casa dan 3 helikopter yang akan diterbangkan menuju lokasi titik api.
"4 pesawat Casa 2012, 2 pesawat casa TBI AU dan 1 pesawat hercules C 130. Serta 3 helikopter yang akan siap untuk membantu. Dengan catatan, 1 pesawat Casa dari Banjarmasin sudah tiba dengan membawa 1 ton garam. Sedangkan 1 pesawat Casa dari Halim Perdana Kusuma juga sudah berangkat," tegasnya.
Sedangkan untuk melakukan pemboman air, 3 helikopter juga telah diterbangkan ke Kepulauan Riau. Namun hingga saat ini, kata Sutopo, belum ada kabar apakah helikopter sudah sampai di lokasi kejadian atau belum.
"Kita masih menunggu perkembangan selanjutnya. Karena belum ada berita apakah Helikopter sudah tiba atau belum," tandas Sutopo.
Hal itu dikatakan Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan, di Kantor BNPB, Jalan Juanda No.36, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).
"Operasi pemadaman yang telah kita tentukan adalah melalui pemadaman manual dengan turun langsung ke lokasi, melalui darat dan udara. Pemadaman di darat kita dibantu oleh TNI dan juga Satgas Brimob dengan mendatangi langsung titik api (Hotspot) di wilayah Riau," kata Sutopo.
Selain itu, Sutopo juga mengatakan BNPB akan menggunakan 7 pesawat Casa dan 3 helikopter yang akan diterbangkan menuju lokasi titik api.
"4 pesawat Casa 2012, 2 pesawat casa TBI AU dan 1 pesawat hercules C 130. Serta 3 helikopter yang akan siap untuk membantu. Dengan catatan, 1 pesawat Casa dari Banjarmasin sudah tiba dengan membawa 1 ton garam. Sedangkan 1 pesawat Casa dari Halim Perdana Kusuma juga sudah berangkat," tegasnya.
Sedangkan untuk melakukan pemboman air, 3 helikopter juga telah diterbangkan ke Kepulauan Riau. Namun hingga saat ini, kata Sutopo, belum ada kabar apakah helikopter sudah sampai di lokasi kejadian atau belum.
"Kita masih menunggu perkembangan selanjutnya. Karena belum ada berita apakah Helikopter sudah tiba atau belum," tandas Sutopo.
(rsa)