Wajo jadikan Macanang pusat pengembangan sutera

Kamis, 06 Juni 2013 - 13:08 WIB
Wajo jadikan Macanang...
Wajo jadikan Macanang pusat pengembangan sutera
A A A
Sindonews.com - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wajo memprogramkan budidaya murbei di Desa Macanang, Kecamatan Majauleng pada tahun 2015 mendatang. Sekira lima hektar lahan tidur di wilayah tersebut akan difungsikan sebagai pusat produksi ulat sutera.

“Lima hektar lahan itu akan dipersiapkan menjadi pusat pembudidayaan murbei dan pengembangan ulat sutera. Sehingga, nantinya ke depan kita berharap bisa menutupi keperluan bahan baku pelaku industri sutera tanpa harus mengimpor lagi dari China,” kata Kadis Kehutanan dan Perkebunan, Andi Darwin, Kamis (6/6/2013).

Menurutnya, bebagai langkah awal, pihaknya tahun ini lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur secara bertahap, termasuk perbaikan jalan serta pembangunan gedung penetasan telur ular sutera.

“Kita lakukan bertahap, mengingat alokasi anggaran untuk tahun ini lebih diprioritaskan untuk penambahan gedung penetasan telur dan perbaikan jalan. Dengan adanya budidaya murbei tersebut, kita berharap masyarakat tak lagi terkendala dengan mahalnya telur ulat sutera. Di samping diberi pelatihan, mereka juga akan dibagikan ulat yang sudah ditetaskan untuk dibudidayakan dan diproduksi sendiri,” kata Darwin

Sementara itu DPRD Wajo meminta pemerintah Kabupaten untuk mendorong masyarakat di bidang persuteraan untuk menghasilkan kualitas sutera terbaik. Selain itu Sutera juga di harapkan jadi gerakan ekonomi Massal di daerah ini.

"Pemerintah harus memfasilitasi masyarakat agar dapat menghasilkan sutera berkualitas tinggi, mulai dari pembibitan sampai penenunan kain sutera," kata Anggota DPRD Wajo A Herman kepada SINDO.

Dia mengatakan, penenunan sutera sudah menjadi budaya bagi kaum perempuan di Wajo, dan peran pemerintah untuk mendorong agar budaya penenunan dapat berlanjut, dari budaya tersebut bisa Menghasilkan uang yang ujungnya bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi Wajo.

"Selain itu pemerintah juga seharunya membuat semacam peraturan daerah ( perda) persuteraan, perda ini terkait dengan perlindungan petani, pengrajin dan pengusaha sutera di Wajo," katanya.
(rsa)
Berita Terkait
Stafsus Menkeu: Inovasi...
Stafsus Menkeu: Inovasi Kebijakan Daerah Jadi Kunci Pembangunan Nasional
Kunjungi Pelosok, Gubernur...
Kunjungi Pelosok, Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Rp1 Miliar
Pohuwatu Gunakan Dana...
Pohuwatu Gunakan Dana Desa Bangun Rumah Sehat Komunal Gratis Bagi Warga Miskin
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tunjukkan Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Daya Saing Award, Upaya...
Daya Saing Award, Upaya Majukan Potensi di Daerah
Akselerasi Pembangunan...
Akselerasi Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
1 jam yang lalu
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
1 jam yang lalu
Libur Panjang Dongkrak...
Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Mal, APPBI Optimistis Sektor Ritel Tetap Bergairah
2 jam yang lalu
Besarkan Perindo Jatim,...
Besarkan Perindo Jatim, Ahmad Zazuli Ingin Dikenang sebagai Pejuang UMKM
3 jam yang lalu
Dari Satlantas Manado...
Dari Satlantas Manado ke Propam, Karier Moncer Polwan Iptu Priscilla Tissy Atotoy
4 jam yang lalu
Ditjenpas Pastikan Penanganan...
Ditjenpas Pastikan Penanganan Warga Binaan Meninggal di Lapas Palangka Raya Transparan
4 jam yang lalu
Infografis
Singapura Diramal Bakal...
Singapura Diramal Bakal Menjadi Pusat Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved