'KPK' pantau aktivitas pasca penutupan lokalisasi Kremil

Rabu, 29 Mei 2013 - 20:03 WIB
KPK pantau aktivitas...
'KPK' pantau aktivitas pasca penutupan lokalisasi Kremil
A A A
Sindonews.com - Pasca penutupan lokalisasi Tambak Asri (Kremil) diprediksi akan muncul persoalan sosial di kawasan lokalisasi tersebut. Dampak sosial itu bisa berupa permasalahan pengangguran, aksi kriminalitas, prostitusi terselubung hingga pelecehan seksual.

Ketua Komunitas Peduli Kremil (KPK) Danile Lukas Rorong mengaku, dampak sosial itu pasti akan muncul pasca penghentian aktivitas prostitusi di lokalisasi tertua kedua setelah lokalisasi Bangun Sari.

Ia menjelaskan, sebelum lokalisasi ini dihentikan operasinya, tidak sedikit warga sekitar yang menggantungkan hidup dari keberadaan lokalisasi tersebut. Bahkan secara ekonomi adanya lokalisasi ini membuat sejumlah warga sekitar menggantungkan hidup.

"Banyak orang yang mencari nafkah di lokalisasi Kermil. Seperti penjual makanan, tukang pijat, buruh cuci, buruh setrika, tukang becak dan masih banyak lagi yang lainnya, yang memanfaatkan lokalisasi Kermil," beber Daniel di Jawa Timur (Jatim), Rabu (29/5/2013).

Daniel yang mengaku besar dan lahir di Kremil ini mengaku memiliki sejumlah agenda pasca penutupan tersebut. Khususnya pembinaan dan kenyamanan bagi remaja dan anak-anak yang hidup disekitar lokalisasi itu. "Kami berencana membuka perpustakaan, pelatihan internet serta sarana bermain. Semuanya gratis," ujarnya.

Tak hanya beberapa agenda sosial juga disiapkan seperti sosialisasi bahaya narkoba, antisipasi seks bebas dan pendidikan moral bagi anak-anak dan remaja Kremil. Atas penutupan yang dilakukan oleh pemerintah, KPK sendiri menyambut positif karena akan menyelematkan generasi mendatang.

Sementara untuk para orangtua, kata dia, pihaknya secara bergiliran akan menggelar pelatihan dan kursus-kursus keterampilan seperti memasak, membantik, tata rias kecantikkan, pemeriksaan kesehatan gratis dan lain.

"Ini sesuai dengan tagline kami, yakni mewujudkan Kermil menuju harapan baru. Dan tentunya, kami akan bekerjasama dengan banyak pihak," pungkas salah satu pengurus ormas Persatuan Indonesia (Perindo) Jatim ini.
(mhd)
Berita Terkait
Distrik Lampu Merah...
Distrik Lampu Merah Amsterdam Hendak Direlokasi, Ada yang Mencak-mencak
Pertama di Dunia, Negara...
Pertama di Dunia, Negara Ini Beri Pekerja Seks Cuti Melahirkan dan Pensiun
Negara Ini Sangat Melindungi...
Negara Ini Sangat Melindungi Pekerja Seks Komersial, dari Pensiun hingga Cuti Hamil
Layanan Wanita dan Pria...
Layanan Wanita dan Pria Penghibur Ludes Terjual selama Forum Ekonomi Dunia di Davos
Gairah Olla, PSK Online...
Gairah Olla, PSK Online Bertato Bikin 10 Pria Klepek-klepek
Anggota DPR Finlandia...
Anggota DPR Finlandia Ini Blakblakan Pernah Jadi Pekerja Seks Komersial
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
1 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
3 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
3 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
3 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
3 jam yang lalu
Infografis
7 Kapolda Jebolan Akpol...
7 Kapolda Jebolan Akpol 1994, Ada Mantan Direktur KPK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved