Penyebaran tenaga medis di Papua Barat belum merata

Kamis, 25 April 2013 - 12:47 WIB
Penyebaran tenaga medis...
Penyebaran tenaga medis di Papua Barat belum merata
A A A
Sindonews.com - Jumlah tenaga medis di Papua Barat dinilai lebih dari cukup untuk mengisi seluruh kabupaten/ kota. Namun, distribusi yang kurang merata membuat banyak daerah yang belum memiliki tenaga medis.

Kepala Seksi Bimdal Pendidikan Kesehatan Bidang SDM Dinas Kesehatan Papua Barat, Abdul Haris Renyaan mengaku, saat ini di Papua Barat tersebar tenaga kesehatan berjumlah 6.299 orang. Namun, wilayah geografis dan pertumbuhan puskesmas membuat pembagian tenaga medis di sejumlah pusat pelayanan kesehatan, tidak merata.

“Kebanyakan petugas medis tidak mau betugas di daerah pedalaman karena terkendala minmnya fasilitas seperti kendaraan dan rumah dinas serta biaya hidup yang tinggi. Belum lagi sulitnya akses dengan insentif yang kecil,” jelas Abdul Haris Renyaan di kantornya, Kamis (25/4/2013).

Data jumlah tenaga medis per Desember tahun 2012 tersebut, terbagi atas tenaga pembantu yang tersebar di pusat pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta. Dimana, Dokter Umum baik PTT maupun PNS berjumlah 212 orang, dokter gigi 39 orang, perawat 2.290 orang lulusan SPK, D3, D4, S1 dan perawat.

Bidan 683 orang yang paling banyak tersebar di kota sorong, tenaga gizi 146 orang, tenaga kesmas 126, farmasi 164, keterapian fisik dan fisiotrapi 8, teknisi medis 128 orang.

Jumlah tenaga dokter sepesialis juga belum merata, dari 11 kabupaten satu kota, baru ada 8 kabupaten kota yang memiliki dokter spesialis, yakni, Manowkari, Kaimana, Fakfak, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Raja Ampat dengan total 42 orang. Sementara, kabupaten Maybrat, Tambraw dan Teluk Wondama belum memiliki dokter spesialis.

Sebenarnya, program pelayanan kesehatan dimaksimalkan pemerintah untuk mengatasi kendala medis di daerah terpencil, seperti Puskesmas Pembantu (pustu). Apalagi, berdasarkan kebijakan Otonomi Khusus, daerah diberi kewenangan besar unuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Dokter spesialis kadang hitung-hitungan mau mengabdi di suatu daerah. Biasanya, mereka tidak mau ke daerah yang kurang berkembang karena belum tentu mereka bisa mengembangkan diri di daerah yang baru dibangun,” ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
Beri Kemudahan Layanan...
Beri Kemudahan Layanan Kesehatan, APL Punya Fasilitas Baru dengan Teknologi Mutakhir
Cegah dan Tekan Risiko...
Cegah dan Tekan Risiko Infeksi Nosokomial yang Menular Lewat Udara di Fasilitas Kesehatan
Pertemuan Ilmiah LAFKI...
Pertemuan Ilmiah LAFKI Sukses di Jakarta, Berlanjut Digelar di Medan
Hadir Sejak 2017, Klinik...
Hadir Sejak 2017, Klinik Asiki Bantu Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak di Asiki, Papua
Infrastruktur Kesehatan...
Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Harus Dibenahi Total
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
3 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
5 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
5 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
Burung Elang Langka...
Burung Elang Langka yang Lama Hilang Terlihat Kembali di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved