Tak dapat solar, ratusan sopir blokir jalan & Kantor DPRD
Senin, 22 April 2013 - 13:32 WIB
Tak dapat solar, ratusan sopir blokir jalan & Kantor DPRD
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 150 truk beserta sopirnya melakukan aksi demo dengan cara memblokir jalan raya di depan kawasan SPBU Area Mata Air, Kota Padang, Sumatera Barat. Akibatnya, arus lalu lintas di daerah tersebut-pun tersendat.
Selain itu mereka juga melakukan pendudukan Kantor DPRD Kota Padang. Mereka protes, karena tidak mendapatkan solar, padahal mereka sudah mengantre selama enam hari.
"Sebelumnya kami telah dijanjikan untuk mendapatkan solar bersubsidi oleh pihak SPBU, namun, hingga siang ini janji tersebut tidak pernah kunjung dikabulkan," jelas seorang sopir truk, Bobi, Senin (22/4/2013).
Tak pelak, lanjutnya, jika para sopir ini kemudian mengamuk dan melakukan aksi pemblokiran jalan.
Sementara itu, Manajer SPBU Mata Air, Anton Tarigan menyatakan, hal ini disebabkan karena tidak disuplainya solar bersubsidi oleh Pertamina sejak enam hari terakhir.
"Ya kami tidak tahu, kami menduga sih memang disengaja untuk mengurai kemacetan panjang di jalur kota," jelas Anton.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi tersebut hingga kini masih berlangsung. Menurut massa aksi, mereka akan melakukan pemblokiran dan pendudukan Kantor DPRD hingga tuntutan mereka terpenuhi.
Selain itu mereka juga melakukan pendudukan Kantor DPRD Kota Padang. Mereka protes, karena tidak mendapatkan solar, padahal mereka sudah mengantre selama enam hari.
"Sebelumnya kami telah dijanjikan untuk mendapatkan solar bersubsidi oleh pihak SPBU, namun, hingga siang ini janji tersebut tidak pernah kunjung dikabulkan," jelas seorang sopir truk, Bobi, Senin (22/4/2013).
Tak pelak, lanjutnya, jika para sopir ini kemudian mengamuk dan melakukan aksi pemblokiran jalan.
Sementara itu, Manajer SPBU Mata Air, Anton Tarigan menyatakan, hal ini disebabkan karena tidak disuplainya solar bersubsidi oleh Pertamina sejak enam hari terakhir.
"Ya kami tidak tahu, kami menduga sih memang disengaja untuk mengurai kemacetan panjang di jalur kota," jelas Anton.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi tersebut hingga kini masih berlangsung. Menurut massa aksi, mereka akan melakukan pemblokiran dan pendudukan Kantor DPRD hingga tuntutan mereka terpenuhi.
(rsa)