250 sopir kena razia di Depok
Selasa, 16 April 2013 - 17:24 WIB
250 sopir kena razia di Depok
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 250 supir angkutan kota (angkot) terjaring dalam razia, yang digelar Dinas Perhubungan Kota Depok di Jalan Margonda, Depok. Sebagian besar dari mereka dijaring, karena tidak menggunakan seragam dan tidak memiliki tanda pengenal pengemudi.
Mereka tidak menggunakan seragam. Namun saat akan dirazia, mereka buru-buru menggunakan seragam yang dibawanya.
“Soalnya kan bau kalau dipake tiap hari,” kata Asep, salah satu sopir angkutan kota M04, Rabu (16/4/2013).
Sejumlah alasan pun terlontar dari sejumlah sopir. Ada yang mengaku belum memiliki seragam. Karena dirinya hanya sebagai sopir pengganti.
“Saya kan ganti shift sama teman saya, saya bagian siang. Tapi saya punya surat kelengkapan lain ko seperti SIM dan STNK,” aku Damo, sopir D05.
Kepala Dinas Perhubungan Depok Dindin Djaenudin mengatakan, razia ini bertujuan untuk mendisiplinkan supir angkot dalam penggunaan seragam. Berdasarkan pengamatan, ada beberapa oknum sopir angkot yang belum disiplin terutama dalam masalah penggunaan seragam.
Para sopir angkutan kota yang beroperasi wajib memiliki kartu anggota. Hal itu bertujuan untuk menghindari supir tembak dan kejadian kriminal.
“Jadi supir angkot tidak diperbolehkan saling pinjam mobil tanpa terdaftar,” kata dia.
Mereka tidak menggunakan seragam. Namun saat akan dirazia, mereka buru-buru menggunakan seragam yang dibawanya.
“Soalnya kan bau kalau dipake tiap hari,” kata Asep, salah satu sopir angkutan kota M04, Rabu (16/4/2013).
Sejumlah alasan pun terlontar dari sejumlah sopir. Ada yang mengaku belum memiliki seragam. Karena dirinya hanya sebagai sopir pengganti.
“Saya kan ganti shift sama teman saya, saya bagian siang. Tapi saya punya surat kelengkapan lain ko seperti SIM dan STNK,” aku Damo, sopir D05.
Kepala Dinas Perhubungan Depok Dindin Djaenudin mengatakan, razia ini bertujuan untuk mendisiplinkan supir angkot dalam penggunaan seragam. Berdasarkan pengamatan, ada beberapa oknum sopir angkot yang belum disiplin terutama dalam masalah penggunaan seragam.
Para sopir angkutan kota yang beroperasi wajib memiliki kartu anggota. Hal itu bertujuan untuk menghindari supir tembak dan kejadian kriminal.
“Jadi supir angkot tidak diperbolehkan saling pinjam mobil tanpa terdaftar,” kata dia.
(stb)