Mantan Timses Jokowi-Ahok tolak pembangunan MRT

Senin, 15 April 2013 - 17:04 WIB
Mantan Timses Jokowi-Ahok...
Mantan Timses Jokowi-Ahok tolak pembangunan MRT
A A A
Sindonews.com - Puluhan warga Lebak Bulus, Fatmawati, Pasar Blok A, dan Panglima Polim, Jakarta Selatan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Mass Rapid Transit (MRT), menggelar aksi demonstrasi di Pasar Cipete dan Pasar Blok A.

Dalam aksinya, mereka menentang rencana pembangunan MRT di Jalan Layang sepanjang rute Lebak Bulus-Sisingamangaraja. Puluhan demonstran itu bahkan mengancam siap chaos jika pembangunan tersebut tetap berjalan.

"Kami atas nama masyarakat mengancam akan chaos jika tetap dibangun jalan layang," teriak Iskandar (40), salah satu demonstran saat ditemui Sindonews, di lokasi aksi, Jakarta, Senin (15/4/2013).

Lebih jauh, dia mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya Basuki Tjahja Purnama (Ahok) bersikap profesional dan jangan asal-asalan melakukan perencanaan pembangunan MRT jalan layang.

"Jangan asal-asalan saja, Pak Jokowi mesti profesional. Semua sama saja seperti kroni yang lama, mana janji Jokowi dengan Jakarta Baru, mana Amdalnya? Kalau terus ditekan, kita akan berontak," tegasnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Aksi Massa Robert mempertanyakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dari pembangunan MRT. Dia juga mempertanyakan janji Gubernur yang ingin membentuk tim kajian dengan melibatkan masyarakat.

"Mana janji transparansi Jakarta Baru Jokowi? Kalau bapak bilang ada, keluarin dong Amdalnya dari Kementerian Lingkungan Hidup," tantangnya.

Menurutnya, Amdal yang dijadikan acuan pembangunan MRT itu merupakan Amdal tahun 2005. Sedangkan izin Amdal diketahui berlaku hanya sampai tiga tahun. Sehingga harus dibuat yang baru, sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.17 tahun 2012.

"Dalam aturan, Amdal harus menggunakan yang baru dan kajian harus melibatkan warga yang terkena dampak," tukasnya.

Lebih lanjut, Robert menolak dikatakan menghambat pembangunan di ibu kota. Sebaliknya, dia mengaku merupakan salah satu Tim Sukses Jokowi-Basuki saat Pilkada tahun 2012 lalu.

"Kita enggak menentang, hanya minta MRT dibangun subway, tidak elevated. Bagaimana nasib pedagang Pasar Blok A yang berjumlah sekitar 700-800 orang ini. Mereka terancam digusur, gimana kalau tiba-tiba ada bulldozer," tegasnya.
(san)
Berita Terkait
Suporter Unjuk Rasa...
Suporter Unjuk Rasa Minta Pembangunan Stadion Mattoanging Dilanjutkan
Masyarakat Obi Desak...
Masyarakat Obi Desak Pembangunan Jalan Lingkar Dipercepat
Jaga Kondusivitas Salatiga,...
Jaga Kondusivitas Salatiga, Wali Kota Ajak Masyarakat Tolak Unjuk Rasa Anarkis
Iran Siap Membantu Proses...
Iran Siap Membantu Proses Rekonstruksi dan Pembangunan di Beirut
Tuntut Ganti Rugi, Warga...
Tuntut Ganti Rugi, Warga Blokir Akses Pembangunan Tol Medan-Binjai
Wagub DKI: Kami Tidak...
Wagub DKI: Kami Tidak Pernah Melakukan Penggusuran Paksa
Berita Terkini
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
1 jam yang lalu
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
1 jam yang lalu
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
3 jam yang lalu
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
4 jam yang lalu
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
4 jam yang lalu
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
4 jam yang lalu
Infografis
Mantan Mendikbudristek...
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Terseret Pengadaan Laptop
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved