Propam akan seret atasan polisi perkosa tahanan
Jum'at, 12 April 2013 - 17:22 WIB
Propam akan seret atasan polisi perkosa tahanan
A
A
A
Sindonews.com - Kasus dugaan perkosaan terhadap tahanan wanita di Mapoda Sumatera Selatan seakan mencoreng wajah kepolisian. Kepala Bidang Propam Polda Sumsel pun garang dan akan memeriksa atasan oknum polisi tersebut.
Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Franky H Parapat menjelaskan, dalam kasus dugaan perkosaan tersebut pihaknya juga akan memeriksa Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sumsel yang menjadi atasan oknum polisi itu.
"Atasannya juga akan diperiksa melalui sidang disiplin, karena biar bagaimanapun dia ikut bertanggungjawab akibat ulah anak buahnya," kata Franky ketika dihubungi SINDO, Jumat (12/4/2013).
Tak hanya atasan pelaku, lanjutnya, kepala jaga tahanan saat peristiwa itu terjadi juga tak luput dari pemeriksaan.
"Semua yang tersangkut akan diperiksa dan disidang disiplin,” katanya.
Terakhir Franky meminta waktu ke wartawan agar dapat membuktikan kebenaran kasus ini.
”Nanti kalau keterangan saksi sudah diambil semua dan kasus ini kita gelar, baru akan jelas,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang oknum bintara polisi yang bertugas sebagai penjaga tahanan Mapolda Sumsel berinisial W diduga memerkosa seorang tahanan wanita di salah satu tempat diduga sel tahanan Mapolda Sumsel.
Korban perkosaan si oknum W yaitu wanita cantik berinisial DS yang merupakan tahanan kasus narkoba jaringan internasional. Kemarin Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova membantah adanya kejadian itu.
Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Franky H Parapat menjelaskan, dalam kasus dugaan perkosaan tersebut pihaknya juga akan memeriksa Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sumsel yang menjadi atasan oknum polisi itu.
"Atasannya juga akan diperiksa melalui sidang disiplin, karena biar bagaimanapun dia ikut bertanggungjawab akibat ulah anak buahnya," kata Franky ketika dihubungi SINDO, Jumat (12/4/2013).
Tak hanya atasan pelaku, lanjutnya, kepala jaga tahanan saat peristiwa itu terjadi juga tak luput dari pemeriksaan.
"Semua yang tersangkut akan diperiksa dan disidang disiplin,” katanya.
Terakhir Franky meminta waktu ke wartawan agar dapat membuktikan kebenaran kasus ini.
”Nanti kalau keterangan saksi sudah diambil semua dan kasus ini kita gelar, baru akan jelas,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang oknum bintara polisi yang bertugas sebagai penjaga tahanan Mapolda Sumsel berinisial W diduga memerkosa seorang tahanan wanita di salah satu tempat diduga sel tahanan Mapolda Sumsel.
Korban perkosaan si oknum W yaitu wanita cantik berinisial DS yang merupakan tahanan kasus narkoba jaringan internasional. Kemarin Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova membantah adanya kejadian itu.
(ysw)