Hindari calo, Pemkab batasi transaksi jual beli tanah

Selasa, 02 April 2013 - 15:38 WIB
Hindari calo, Pemkab...
Hindari calo, Pemkab batasi transaksi jual beli tanah
A A A
Sindonews.com - Pemkab Kulonprogo ingin ada aturan terkait pembatasan transaksi jual beli tanah di wilayah calon bandara, pengganti Bandara Adisutjipto. Hal ini untuk memastikan pembebasan lahan calon bandara berjalan lancar tanpa permainan calo.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, proses pembebasan lahan untuk bandara internasional akan dilakukan langsung pemrakarsa dengan warga. Sebab, berdasarkan Perpres 2/2012 jual beli tanah tidak boleh dilakukan dengan kelompok atau perwakilan kelompok.

“Jadi langsung antara pemrakarsa dan pemilik tanah. Karena itu, saya kira perlu adanya aturan pembatasan transasksi jual beli tanah di wilayah yang akan menjadi lokasi bandara,” kata Hasto, Selasa (2/4/2013).

Dia mengatakan, aturan pembatasan transasksi dapat berupa peraturan gubernur (Pergub). Hanya saja, dia mengatakan aturan baru benar-benar dapat diimplementasikan setelah Izin Pemanfaatan Lahan (IPL) bandara sudah dikeluarkan Kementerian Perhubungan untuk PT Angkasa Pura. Pasalnya, setelah IPL keluar wilayah mana saja yang akan terkena dampak bandara akan diketahui dengan pasti.

“Kalau transaksinya dibiarkan terus tidak dikendalikan, nanti malah sudah. Saya kira itu penting untuk mengkondisikan agar pembebasan lahan berjalan lancar,” katanya.

Untuk sosialisasi bandara dan relokasi warga, Hasto meyakini tidak akan terlampau sulit. Dia beralasan, pemkab akan mengakomodasi keinginan warga agar bandara tetap dibangun di Kulonprogo. Dia juga tidak mengkhawatirkan adanya kelompok yang menolak bandara.

Menurut dia, esensi warga yang menolak bukan pada pembangunan bandara melainkan pada profesi mereka sebagai petani. Sehingga, jika kepentingan warga yang menolak dipenuhi dia yakin warga setuju bandara dibangun di Kulonprogo.

“Mereka kan takut kehilangan pencaharian dari kegiatannya bertani, itu intinya. Jadi kalau kita penuhi kebutuhan itu, saya kita tidak masalah. Dan untuk sosialisasi kalau warga yang terna dampak 400 misalnya, itu bukan sesuatu yang sulit,” pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Pembangunan Capai 60...
Pembangunan Capai 60 Persen, Bandara Singkawang Ditargetkan Beroperasi di Awal 2024
Presiden Jokowi Resmikan...
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja Senilai Rp800 M
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Baru Kediri Resmi Dimulai
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Kediri Gunakan Skema KPBU
Cari Tahu Kelanjutan...
Cari Tahu Kelanjutan Pembangunan Bandara di Sebuai, Anggota Dewan Sambangi Bappedalitbang Kalteng
Proyek Bandara VVIP...
Proyek Bandara VVIP IKN Siap Dilelang Dini, Cek Jadwalnya
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
1 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
6 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
6 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
6 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
6 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
7 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved