Bentrok dengan warga, 14 polisi disidang

Senin, 27 Mei 2013 - 14:19 WIB
Bentrok dengan warga,...
Bentrok dengan warga, 14 polisi disidang
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 14 orang terperiksa anggota Polres Mura dari 21 terperiksa, Senin (27/5) sekira pukul 10.15 WIB menjalani sidang disiplin perdana terkait bentrok pengamanan unjuk rasa di Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Sidang yang berlangsung di Gedung Anton Sudjarwo ruang Catur Cakti Mapolda Sumsel itu dipimpin Wakapolres Mura, Kompol Tulus Sinaga didamping seketaris sidang Kompol Fahrudin Jaya dan pendamping sidang Toni Siagian.

Sedangkan penuntut umum satu Bidang Propam Polda Sumsel, Kompol Irwansyah dan penuntut umum dua Iptu Hendry Agus serta pembela para terperiksa Kompol Sigit Haryanto dari Polda Sumsel.

Adapun agenda sidang perdana yang menghadirkan ke-14 bintara dari polisi Polres Mura dan Polsek Muara Rupit itu, mendengarkan empat keterangan saksi dua dari polisi dan dua dari warga sipil.

Namun sayang satu saksi dari warga sipil atas nama Zainal Abidin tidak hadir dengan alasan tak jelas, Sehingga yang memberikan keterangan saksi dalam sidang yaitu, Aipda Suryanto, Kasi Propam Polres Mura, Aiptu M Sinambela, Kanit Sabhara Polsek Muara Rupit serta saksi sipil Sofyan alias Aprianto, warga Muara Rupit.

Penuntut umum Bidang Propam Polda Sumsel dalam sidang menyatakan kepada 14 terperiksa bersalah melanggar Peraturan Kapolri No 16 Tahun 2006 tentang pengendalian massa pasal 07 ayat 1.

"Aipda Kosim Cs (Ke-14 terperiksa) selaku anggota Polri tidak melaksanakan peraturan berlaku karena membawa senjata api (senpi) berpeluru tajam saat mengendalikan aksi unjuk rasa," ungkap penutut umum dua Bidang Propam Polda Sumsel, Iptu Hendry Agus dalam sidang disiplin, Senin (27/5/2013).

Selain itu, para terperiksa juga tidak profesional dan prosedural dalam menghentikan massa yang menyerang petugas dengan mengunakan senjata peluru tajam.

"Seharusnya senpi itu tidak perlu digunakan, karena lokasi massa di tempat terbuka, terus penyerangan massa belum membahayakan petugas," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Bupati Yaatulo Bicara...
Bupati Yaatulo Bicara Potensi Kabupaten Nias Jadi Provinsi Kepulauan
Pemekaran Papua Bentuk...
Pemekaran Papua Bentuk Keseriusan Pemerintah Membangun Kesejahteraan Masyarakat
Gubernur Sulut: Pemekaran...
Gubernur Sulut: Pemekaran Bukan untuk Memisahkan Wilayah, tapi Mendekatkan Pelayanan Publik
DPR Sahkan Usulan 3...
DPR Sahkan Usulan 3 DOB Papua, Indonesia Akan Miliki 37 Provinsi
Waketum PKN Dukung Pemekaran...
Waketum PKN Dukung Pemekaran Provinsi Maluku
Usai Penetapan 3 Provinsi...
Usai Penetapan 3 Provinsi Baru, Papua Aman dan Kondusif
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved