Relokasi warga Pluit, Jokowi-Ahok abaikan ini

Sabtu, 25 Mei 2013 - 00:42 WIB
Relokasi warga Pluit,...
Relokasi warga Pluit, Jokowi-Ahok abaikan ini
A A A
Sindonews.com - Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria Iwan Nurdin mengatakan, kendala Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam merelokasi warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit, menemukan beberapa kendala. Karena, untuk melakukan penataan agraria atau urban agrarian reform memang tidak mudah.

Namun begitu, Iwan memberikan beberapa catatan yang bisa dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok).

Pertama, jika mau merelokasi di atas tanah negara seperti di bantaran Pluit, Pemprov DKI jangan mengumumkan terlebih dahulu ke khalayak rencana tersebut. Karena masih belum dibentuk panitia bersama yang beranggotakan wakil pemda, masyarakat korban, dan pendamping di lokasi tersebut.

"Panitia merumuskan syarat-syarat siapa saja yang berhak direlokasi, khususnya yang miskin, tak punya rumah, penghuni, atau pengontrak di situ, dan siapa tak berhak. Siapa yang berhak diputuskan dalam SK yang jelas dan baru diumumkan," ujar Iwan dalam rilis yang diterima Sindonews, Jumat (25/5/2013).

Ditambahkan dia, selanjutnya memberikan hak-hak apa saja dalam proses relokasi (penempatan baru, hak masa tunggu dan kompensasi lainnya yg dirumuskan). Kemudian, sanksi pidana bagi panitia yang memperjualbelikan para penerima manfaat relokasi. Terakhir adalah pidana bagi penunggang gelap penerima relokasi.

"Pemberian asset baru bagi penerima manfaat relokasi (rusun) harus juga diberi akses yang memungkinkan masyarakat yang direlokasi bisa berkembang sehingga niat baik Jokowi-Ahok untuk menata Jakarta berjalan satu paket dengan usaha pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, jadi tidak hanya relokasi semata," ungkapnya.

Dia tambahkan, pembangunan areal relokasi dengan melibatkan calon penghuninya sejak awal dalam proses rekonstruksi agar dapat jadi motor ekonomi, tidak akan menimbulkan polemik seperti yang terjadi saat ini.
(san)
Berita Terkait
Tangis Warga Warnai...
Tangis Warga Warnai Pembongkaran Rumah oleh PT KAI di Bandung
Ganggu Mobilitas ke...
Ganggu Mobilitas ke IKN, Pemerintah Bakal Gusur 29 Rumah Warga Sepaku
Soal Penggusuran Rumah,...
Soal Penggusuran Rumah, Wanda Hamidah Diminta Tidak Bikin Fitnah
Ini Kata Sentul City...
Ini Kata Sentul City Soal Penggusuran Rumah Rocky Gerung
Tangis Ibu Rumah Tangga...
Tangis Ibu Rumah Tangga Pecah Terkena Teror Penggusuran Lahan dan Rumah di Medan
Isak Tangis Warnai Penggusuran...
Isak Tangis Warnai Penggusuran Rumah Warga Imbas Proyek Japek 2
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
35 menit yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
2 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved