Kabag Keuangan Pemkot Makassar diperiksa 9 jam

Kamis, 21 Maret 2013 - 17:43 WIB
Kabag Keuangan Pemkot...
Kabag Keuangan Pemkot Makassar diperiksa 9 jam
A A A
Sindonews.com - Saksi kunci dalam kasus dugaan dugaan penyelewengan dana pendidikan gratis untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2012 di Pemkot Makassar senilai Rp14 miliar akhirnya mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel).

Kepala Bagian Keuangan Pemkot Makassar Taufik diperiksa selama sembilan jam oleh Kejati Sulsel terkait aliran dana BOS.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim mengatakan, Kepala Bagian Keuangan Pemkot Makassar Taufik mendatangi kantor Kejati Sulsel sekira pukul 08.30 Wita dan langsung menemui penyidik dibidang intelijen.

"Penyidik memeriksa Kabag Kauangan untuk mencari informasi terkait penggunaan dana keberadaan dana pendidikan gratis senilai Rp14 miliar yang tidak disalurkan tersebut. Kejati mendalami kerugian negara," ujarnya di Kantor Kejati Sulsel, Kamis (21/3/2013).

Nur Alim menerangkan, berdasarkan aturan dan dikuatkan dengan surat keputusan Gubernur Sulsel yang salinannya dipegang oleh penyidik Kejati, disebutkan kalau dana pendidikan gratis tidak digunakan maka harus dikembalikan ke Pemprov Sulsel.

"Akan tetapi dana tidak digunakan dan tidak juga dikembalikan ke Pemprov Sulsel. Seharusnya posisi Desember 2012 dana tersebut sudah dikembalikan, akan tapi Kabag Keuangan mengakui kalau dana tersebut masih ada, saat ini sudah bulan Maret, itu berarti sudah pelanggaran," kata Nur Alim.

Saat ini berkas penyelidikan perkara dugaan penyelewengan dana pendidikan gratis tahun 2012 senilai Rp14 miliar dilingkup Pemkot Makassar itu sudah hampir selesai.

Berdasarkan hasil penyelidikan tim intelijen, diketahui terdapat uang sebesar Rp14 miliar untuk program pendidikan gratis tidak disalurkan oleh Pemkot Makassar, dengan rincian Rp3 miliar lebih untuk tingkat SD dan Rp11 miliar untuk tingkat SMP.

Terpisah, Kabag Keuangan Pemkot Makassar Taufik yang dikonfirmasi usai pemeriksaan selama sembilan jam lebih dibidang intelijen menyebutkan kalau dirinya datang memenuhi panggilan kejaksaan untuk melakukan klarifikasi terkait dengan dana Rp14 miliar tersebut.

"Uang itu masih ada," katanya singkat dan langsung meninggalkan Kejati.
(ysw)
Berita Terkait
Korupsi Dana Bos di...
Korupsi Dana Bos di Gowa, Kepala Sekolah dan Bendahara Ditahan Kejaksaan
Kantor Suku Dinas Pendidikan...
Kantor Suku Dinas Pendidikan Jakbar Wilayah I Digeledah
CBA Sebut KPK Harus...
CBA Sebut KPK Harus Periksa Dugaan Penyelewengan Dana BOS
Korupsi Dana Bos Madrasah...
Korupsi Dana Bos Madrasah Rp8 Miliar, ASN Kemenag Jabar Resmi Tersangka
Diduga Korupsi Dana...
Diduga Korupsi Dana BOS Rp214 Juta, Kepsek di Simalungun Dijebloskan ke Penjara
Kejari Bogor Tetapkan...
Kejari Bogor Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penyelewengan Dana BOS SD
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
1 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
2 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
4 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
14 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
15 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
16 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved