Dindik Batu tarik LKS Warok

Selasa, 19 Maret 2013 - 19:30 WIB
Dindik Batu tarik LKS...
Dindik Batu tarik LKS Warok
A A A
Sindonews.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu akhirnya menarik lembar kerja siswa (LKS) mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup (PLH) yang diprotes wali murid siswa kelas II.

Hal itu dilakukan menyusul ditemukannya cerita warok dan gemblakannya, yang dianggap kurang cocok bila dibaca siswa kelas II. Lalu sebagai pengganti, Dindik Kota Batu siap menerbitkan LKS baru yang lebih berbobot materinya.

"Kita akan menyusun LKS baru. LKS lama segera kita tarik dari siswa. Tim penyusun LKS yang baru akan melibatkan dosen Universitas Negeri Malang (UM), supaya kualitas bukunya lebih baik dari yang sudah ada sekarang," urainya, Selasa (19/3/2013).

Menurut pria yang akrab dipanggil Tosi ini, pekan depan dipastikan seluruh LKS yang berisikan PLH untuk siswa kelas II SD/MI sudah tidak ada lagi di tangan para siswa.

"Kemarin saat penyusunan LKS untuk PLH memang tidak melibatkan ahlinya dari kampus, jadi wajar kalau ada isi cerita dalam buku LKS itu diprotes wali murid," ungkap Tosi.

Diterangkan, LKS PLH yang memuat cerita warok dan gemblakannya itu disusun sejak tahun 2010, oleh guru-guru PLH se Kota Batu.

Atas dasar itu, Tosi tidak berani memberikan sanksi kepada penulisnya. Alasan dia tahun 2010 masih menjabat Kadis Pengairan dan Bina Marga, Kota Batu.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Batu Simon Purwoali memberikan pendapat tentang isi buku PLH itu.

Simon menilai, cerita warok dan gemblakannya belum laik dibaca oleh siswa kelas II SD atau MI. Apalagi sampai menuliskan prilaku seks menyimpang yang dilakukan para warok.

"Sanksi tetap harus dijatuhkan kepada penulis dan penerbitnya. Kerja sama antara Dindik Kota Batu dengan penerbit harus ditinjau ulang, supaya kejadian serupa tidak terulang tahun depannya lagi," tandas Simon.

Menurut dia, masih banyak cerita rakyat yang bisa ditulis untuk siswa SD. Misalkan, cerita tentang tari bantengan, tari remo, ludruk, wayang orang dan masih banyak lagi lainnya.

"Sebagai orang tua siswa dan wakil rakyat, kita kurang sepakat dengan isi LKS ini. Setelah dilakukan penarikan, LKSnya harus dimusnakan. Agar tidak baca lagi oleh siswa yang lain," pungkas Simon.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
44 menit yang lalu
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
2 jam yang lalu
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
2 jam yang lalu
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
3 jam yang lalu
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
4 jam yang lalu
Infografis
Israel Resmi Menyerah!...
Israel Resmi Menyerah! Segera Tarik Pasukan dari Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved