Habitat terganggu, kawanan monyet serbu kebun warga

Selasa, 12 Maret 2013 - 18:23 WIB
Habitat terganggu, kawanan...
Habitat terganggu, kawanan monyet serbu kebun warga
A A A
Sindonews.com - Ratusan ekor monyet menyerang lahan pertanian warga di sejumlah kampung Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Pada penyerangan itu, lahan pertanian warga seperti kebun jagung, kacang-kacangan, pisang, dan buah-buahan lainnya dirusak kawanan hewan primata tersebut.

"Kurang lebih sudah satu minggu penyerangannya berlangsung. Warga khawatir monyet-monyet ini menyerang manusia. Namun bila tidak dicegah, warga takut tanamannya habis mereka (monyet) makan," kata Nana Sukarna warga Kampung Pulo, Desa Sindangsuka, Selasa (12/3/2013).

Menurut Nana, serangan kawanan monyet ini paling parah terjadi di lahan pertanian Kampung Pulo dan Cigalumpit. Kawanan monyet, bukan hanya memakan komoditas tanaman warga, melainkan juga sering membuat kebun berantakan.

Warga lainnya, Yuyus (40), menuturkan, saat menyerang, monyet-monyet ini datang dengan cara berkelompok. Setiap kelompok, sebut Yuyus, berjumlah lebih dari 10 ekor.

Yuyus sendiri mengaku tidak mengetahui dari mana kawanan monyet ini berasal. Namun ia menduga, habitan asal kawanan primata tersebut telah terganggu.

"Makanya sekarang-sekarang baru menyerang ke sini (perkampungan). Saya sendiri tidak tahu mereka dari mana," katanya.

Terpisah, Kepala Desa Sindangsuka, Turmawan membenarkan adanya kehadiran kelompok monyet tersebut di lahan pertanian warga. Menurut Turmawan, peristiwa hadirnya kawanan monyet ke permukiman warga sudah biasa setiap tahun.

"Tidak pernah ada kasus warga diserang langsung oleh monyet. Paling-paling hanya merusak tanaman di lahan pertanian saja," katanya.

Menurut Turmawan, asal muasal monyet-monyet tersebut berasal dari pinggiran Sungai Cimanuk Garut. Ia sendiri membantah kerusakan habitat monyet di sungai tersebut menjadi penyebab penyerangan ke lahan pertanian warga.

"Tidak ada yang rusak sejauh ini. Lagipula munculnya monyet tidak sporadis dan dalam waktu yang lama. Hanya di waktu-waktu tertentu saja. Kami sendiri tidak mengetahui apa penyebabnya," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pentingnya Komitmen...
Pentingnya Komitmen Menjaga Satwa Liar demi Kelestarian Lingkungan
Warga Bukittinggi Digemparkan...
Warga Bukittinggi Digemparkan Musang Liar Datangi Toko Ponsel, Nyaris Gigit Pembeli
Kakatua dan Blue Gold...
Kakatua dan Blue Gold Macau di Lembang Park and Zoo Berhasil Dikembangbiakan
Harimau Jantan Muncul...
Harimau Jantan Muncul di Dekat Permukiman di Riau, Videonya Viral
Kemunculan Tapir di...
Kemunculan Tapir di Pinggir Jalan Sungaipenuh-Tapan Bikin Geger Warga
Miris, Belasan Satwa...
Miris, Belasan Satwa Menggemaskan Ini Dijual Secara Online
Berita Terkini
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
4 menit yang lalu
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
1 jam yang lalu
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
1 jam yang lalu
UI Tegaskan Kajian BEM...
UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus
1 jam yang lalu
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
3 jam yang lalu
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
3 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved