Konflik Sumsel, ada kecemburuan antara TNI & Polri
Sabtu, 09 Maret 2013 - 16:37 WIB
Konflik Sumsel, ada kecemburuan antara TNI & Polri
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan, konflik yang terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel) antara TNI dan Polri didasari faktor ekonomi.
"Persoalannya di situ (Sumsel) ada kecemburuan, antara tentara dan polisi," jelas Muzani kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2013).
Dirinya mengatakan, kecemburuan itu dapat dilihat dari fasilitas kantor, serta jumlah personel yang hingga kini keduanya belum memiliki kesamaan.
"Ya tentara terkadang cemburu kepada beberapa polisi kita jelaskan Polsek (Polisi Sektor) dan Koramil (Komando Rayon Militer). Itu harus dijelaskan kenapa fasilitas polisi lebih banyak," katanya
Karena itu, dia juga menyarankan, agar ada mekanisme yang jelas mengenai keterbukaan tugas, dan tanggung jawab kedua lembaga keamanan itu.
"Polisi bagaimana, tentara itu bagaimana. Ini sistem yang dapat menyelesaikan, bagaimana mekanisme di tubuh tentara," tuturnya.
Selain itu, dia menambahkan, reformasi yang terjadi di tubuh Polri harus diselesaikan secata tuntas. Soalnya, satu sisi polisi merupakan aparat sipil, di sisi lain institusi berseragam abu-abu itu semi militer. "Pangkatnya kan banyak (di tubuh Polri). Harus ada grand desain," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kerja Sama dan Informasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kolonel Erry Hermawan membantah, jika permasalahan ekonomi disebut sebagai faktor terjadinya pembakaran terhadap Markan Polisi Resor (Mapolres) Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja, di Sumatera Selatan.
"Permasalahan ekonomi bukan yang dominan tetapi lebih masalah hukum, dan sudah dibentuk tim investigasi," katanya dalam diskusi polemik Sindo Radio yang bertajuk 'Cerita Lama Polisi dan Tentara' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat.
"Persoalannya di situ (Sumsel) ada kecemburuan, antara tentara dan polisi," jelas Muzani kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2013).
Dirinya mengatakan, kecemburuan itu dapat dilihat dari fasilitas kantor, serta jumlah personel yang hingga kini keduanya belum memiliki kesamaan.
"Ya tentara terkadang cemburu kepada beberapa polisi kita jelaskan Polsek (Polisi Sektor) dan Koramil (Komando Rayon Militer). Itu harus dijelaskan kenapa fasilitas polisi lebih banyak," katanya
Karena itu, dia juga menyarankan, agar ada mekanisme yang jelas mengenai keterbukaan tugas, dan tanggung jawab kedua lembaga keamanan itu.
"Polisi bagaimana, tentara itu bagaimana. Ini sistem yang dapat menyelesaikan, bagaimana mekanisme di tubuh tentara," tuturnya.
Selain itu, dia menambahkan, reformasi yang terjadi di tubuh Polri harus diselesaikan secata tuntas. Soalnya, satu sisi polisi merupakan aparat sipil, di sisi lain institusi berseragam abu-abu itu semi militer. "Pangkatnya kan banyak (di tubuh Polri). Harus ada grand desain," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kerja Sama dan Informasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kolonel Erry Hermawan membantah, jika permasalahan ekonomi disebut sebagai faktor terjadinya pembakaran terhadap Markan Polisi Resor (Mapolres) Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja, di Sumatera Selatan.
"Permasalahan ekonomi bukan yang dominan tetapi lebih masalah hukum, dan sudah dibentuk tim investigasi," katanya dalam diskusi polemik Sindo Radio yang bertajuk 'Cerita Lama Polisi dan Tentara' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat.
(mhd)