Sejak dipisah, bentrokan TNI & Polri melonjak 300%
Jum'at, 08 Maret 2013 - 08:37 WIB
Sejak dipisah, bentrokan TNI & Polri melonjak 300%
A
A
A
Sindonews.com - Sejak dipecahnya ABRI menjadi dua institusi, yakni Polisi Republik Indonesia (Polri) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), benturan antara kedua lembaga tersebut acapkali terjadi.
Pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan, sejak dipisahkan kedua isntitusi ini, jumlah bentrokan antar keduanya naik hingga 300 persen.
"Karena itu, harus ada komunikasi yang intens dari kedua institusi ini, sehingga tidak timbul masalah. Karena sejak ada TNI dan Polri, bentrokan naik 300 persen," kata Wawan saat dihubungi Sindonews, Jumat (8/3/2013).
Menurutnya, komunikasi antara elite Polri dan TNI jangan hanya terjadi di tataran atas saja dan tidak dijadikan seremonial saja.
"Harus di bangun rasa kebersamaan, sehingga hubungan TNI dan Polri lebih selaras, jangan hanya skeedar seremonial saja," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, situasi di Mapolres OKU sekira pukul 09.00 WIB terasa mencekam. Belasan orang berambut cepak yang diduga oknum anggota TNI yang tidak diketahui asal kesatuannya dengan menggunakan sekitar 10 sepeda motor mendatangi kantor polisi tersebut.
Oknum TNI ini lalu masuk ke ruangan Kapolsek dan menyeret Kapolsek Martapura Kompol Ridwan ke lapangan depan Mapolsek OKU Timur. Kompol Ridwan kemudian menjadi bulan-bulanan oknum TNI. Akibat dihajar secara membabi buta Kompol Ridwan lalu terkapar bersimbah darah.
Kondisi Mapolsek Martapura hancur seluruh kaca yang ada di Mapolsek itu pecah selain itu seluruh ruangan juga berantakan akibat diacak-acak pelaku penyerangan. Bahkan, ruangan belajar anak-anak TK yang berada berdampingan dengan Mapolsek juga dirusak.
Pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan, sejak dipisahkan kedua isntitusi ini, jumlah bentrokan antar keduanya naik hingga 300 persen.
"Karena itu, harus ada komunikasi yang intens dari kedua institusi ini, sehingga tidak timbul masalah. Karena sejak ada TNI dan Polri, bentrokan naik 300 persen," kata Wawan saat dihubungi Sindonews, Jumat (8/3/2013).
Menurutnya, komunikasi antara elite Polri dan TNI jangan hanya terjadi di tataran atas saja dan tidak dijadikan seremonial saja.
"Harus di bangun rasa kebersamaan, sehingga hubungan TNI dan Polri lebih selaras, jangan hanya skeedar seremonial saja," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, situasi di Mapolres OKU sekira pukul 09.00 WIB terasa mencekam. Belasan orang berambut cepak yang diduga oknum anggota TNI yang tidak diketahui asal kesatuannya dengan menggunakan sekitar 10 sepeda motor mendatangi kantor polisi tersebut.
Oknum TNI ini lalu masuk ke ruangan Kapolsek dan menyeret Kapolsek Martapura Kompol Ridwan ke lapangan depan Mapolsek OKU Timur. Kompol Ridwan kemudian menjadi bulan-bulanan oknum TNI. Akibat dihajar secara membabi buta Kompol Ridwan lalu terkapar bersimbah darah.
Kondisi Mapolsek Martapura hancur seluruh kaca yang ada di Mapolsek itu pecah selain itu seluruh ruangan juga berantakan akibat diacak-acak pelaku penyerangan. Bahkan, ruangan belajar anak-anak TK yang berada berdampingan dengan Mapolsek juga dirusak.
(maf)