Polisi usut otak pembakaran PT SMS

Rabu, 27 Februari 2013 - 17:22 WIB
Polisi usut otak pembakaran...
Polisi usut otak pembakaran PT SMS
A A A
Sindonews.com - Pasca aksi pengrusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas kantor PT SMS Sungai Saling Kikim Selatan, Senin 25 Februari 2013, lalu, Kepolisian Resor (Polres) Lahat terus melakukan penyelidikan, termasuk mencari otak pelaku pembakaran yang menggerakkan ratusan massa tersebut.

Kapolres Lahat, AKBP Budi Suryanto menilai aksi tersebut sudah masuk anarkis dan menjurus kriminalitas. Ia berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga didapat para pelakunya.

"Kita sesalkan aksi di lapangannya. Apalagi, ada sejumlah warga yang menggunakan bom molotov, berarti mereka sengaja berniat untuk merusak," ujar Budi, di Mapolres Lahat, Rabu (27/2/2013).

Budi menduga, gerakan massa ini ada yang mendalangi dan mengkoordinir. Menurutnya, sejumlah warga sudah ada yang akan dibidik menjadi tersangka karena arahnya sudah jelas. Hanya saja saat ini pihaknya masih akan memerlukan bukti bukti tambahan.

“Jika positif, jelas semuanya bakal kita tangkap, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya," katanya.

Saat disinggung mengenai pelaku pencurian kelapa sawit, Budi mengaku masih dilakukan penahanan di Polres Lahat dan telah dilakukan pemeriksaan.

"Tak ada kompromi, jika salah tetap bakal dikenakan sanksi," tegasnya.

Tak hanya itu, Kapolres juga telah menginstruksikan anggotanya untuk memeriksa kalangan 'tengkulak' yang ada. Hal ini karena indikasi merekalah 'otak' dari tiap aksi pencurian warga dilapangannya.

"Jika benar dan terbukti, mereka bisa diamankan sebagai penadah. Atau jika perlu, kita akan kaitkan juga dengan aksi pengrusakan yang ada," ujarnya.

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat, Herliansyah sangat menyesalkan peristiwa di lapangan. Seharusnya menurut Herliansyah, jika memang ingin memecahkan masalah, semuanya bisa dengan tenang dan kepala dingin.

"Jika kondisi emosi, jelas saja provokasi pihak-pihak tertentu akan mudah masuk, dan buntutnya justru merugikan semua pihak yang ada," sesalnya.

Untuk kasus pengrusakan dan pembakaran, teknis penyidikannya khususnya, Herliansyah enggan berkomentar mengingat wewenang untuk melakukan hal itu merupakan hak yang berkompeten.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini,” pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
1 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
2 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
3 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
3 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
3 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
4 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved