Ical: Golkar belum tentukan dukungan
Senin, 25 Februari 2013 - 20:39 WIB
Ical: Golkar belum tentukan dukungan
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang tahapan pilgub Jatim pada Bulan Mei mendatang, Partai Golkar masih belum menentukan dukungan terhadap calon yang akan didukung. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical).
Pernyataan ini tentunya berbanding terbalik dengan statement dari Ketua DPD Partai Golkar Martono yang telah menyatakan Golkar telah mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) jilid II.
"Saya tegaskan sekali lagi, DPP hingga saat ini belum memutuskan siapa-siapa untuk didukung dalam Pilgub Jatim nanti. Itu artinya siapa saja masih berpeluang untuk didukung. Baik kader internal ataupun eksternal," kata Ical kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di Surabaya, Senin (25/2/2013).
"Kondisi ini, tidak menutup peluang bagi Golkar untuk membangung koalisi dalam mengusung calon. Salah satunya adalah dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bisa saja, Golkar berkoalisi dengan PKB untuk sama-sama mengusung calonnya," tambahnya.
Ketika disinggung peluang Kandidat Ketua Umum PP Muslimat NU, Ical menyebut segala kemungkinan pasti ada karena politik. Bahkan, kata Ical, Calon PKB tersebut akan berkolaborasi dengan Golkar. Namun demikian, Ical mengaku belum ada komukasi dengan DPP PKB terkait Pilgub Jatim 2013.
"Yang pasti kami membuka koalisi dnegan siapa saja, termasuk dengan PKB," jelas mantan Menteri Kesra KIB jilid I.
Pernyataan, Ical ini bertolak belakang dengan Ketua DPD PG Jatim Martono yang sejak awal telah berani memastikan bahwa Partai Golkar akan mendukung pasangan KarSa jilid II.
Usai Rakorda yang dihadiri seluruh ketua DPD II Se-Jatim, Martono menyatakan, Jika hasil Rakorda merekomendasikan dukungan kepada Soekarwo sebagai Cagub dan Saifullah Yuusuf sebagai Cawagub Jatim yang akan diusung PG di Pilgub Jatim 2013. Dan jika Seokarwo tidak menghendaki Gus Ipul sebagai Cawagub maka Golkar mempersiapkan tujuh nama kader internal.
Mereka adalah Ridwan Hisjam, Martono, Sambari Halim Radianto, Rendra Kresna, Gatot Sudjito, Sabron Djamil Pasaribu dan Heri Soegiono.
Pernyataan ini tentunya berbanding terbalik dengan statement dari Ketua DPD Partai Golkar Martono yang telah menyatakan Golkar telah mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) jilid II.
"Saya tegaskan sekali lagi, DPP hingga saat ini belum memutuskan siapa-siapa untuk didukung dalam Pilgub Jatim nanti. Itu artinya siapa saja masih berpeluang untuk didukung. Baik kader internal ataupun eksternal," kata Ical kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di Surabaya, Senin (25/2/2013).
"Kondisi ini, tidak menutup peluang bagi Golkar untuk membangung koalisi dalam mengusung calon. Salah satunya adalah dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bisa saja, Golkar berkoalisi dengan PKB untuk sama-sama mengusung calonnya," tambahnya.
Ketika disinggung peluang Kandidat Ketua Umum PP Muslimat NU, Ical menyebut segala kemungkinan pasti ada karena politik. Bahkan, kata Ical, Calon PKB tersebut akan berkolaborasi dengan Golkar. Namun demikian, Ical mengaku belum ada komukasi dengan DPP PKB terkait Pilgub Jatim 2013.
"Yang pasti kami membuka koalisi dnegan siapa saja, termasuk dengan PKB," jelas mantan Menteri Kesra KIB jilid I.
Pernyataan, Ical ini bertolak belakang dengan Ketua DPD PG Jatim Martono yang sejak awal telah berani memastikan bahwa Partai Golkar akan mendukung pasangan KarSa jilid II.
Usai Rakorda yang dihadiri seluruh ketua DPD II Se-Jatim, Martono menyatakan, Jika hasil Rakorda merekomendasikan dukungan kepada Soekarwo sebagai Cagub dan Saifullah Yuusuf sebagai Cawagub Jatim yang akan diusung PG di Pilgub Jatim 2013. Dan jika Seokarwo tidak menghendaki Gus Ipul sebagai Cawagub maka Golkar mempersiapkan tujuh nama kader internal.
Mereka adalah Ridwan Hisjam, Martono, Sambari Halim Radianto, Rendra Kresna, Gatot Sudjito, Sabron Djamil Pasaribu dan Heri Soegiono.
(rsa)