Longsor di Kampung Cilamping, 138 orang diungsikan
Jum'at, 15 Februari 2013 - 18:28 WIB
Longsor di Kampung Cilamping, 138 orang diungsikan
A
A
A
Sindonews.com - Longsor yang terjadi di Kampung Cilamping, Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut memaksa 39 kepala keluarga (KK) atau 138 jiwa mengungsi.
Camat Talegong, Nurdin menjelaskan, karena kondisi tanah yang tidak stabil, pihaknya melakukan evaskuai terhadap 38 KK di kawasan yang rawan longsor.
"Para korban longsor, khususnya yang rumahnya mengalami kerusakan, sudah dievakuasi ke kantor Desa Sukalaksana. Muspika telah mengamankan lokasi longsor dan kami masih menghitung kerugian materi," katanya ketika dihubungi, Jumat (15/2/2013).
Tercatat 38 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 138 jiwa telah mengungsi ke halaman kantor desa. Warga dari Kampung Cilamping dan Pasirangin ini mendirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Zatzat Munazat mengatakan, pihaknya telah memeriksa lokasi longsor.
Dari pemantauan sementara, longsor susulan diprediksi bisa terjadi kembali di tebing yang ambrol sepanjang hampir dua kilometr itu.
"Kami ke lokasi bersama Dinas Pertanian dan Dinas Bina Marga. Ada jalan yang harus dibersihkan dan ada persawahan juga yang harus ditanggulangi. Kami akan berikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia," kata Zatzat.
Menurutnya, tim BPBD telah memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi. Perencanaan masih dilakukan untuk menanggulangi tebing yang longsor.
"Sebelum ada upaya relokasi, harus ada penelitian lebih lanjut. Apakah itu di lokasi bencana, atau di lokasi calon tempat tinggal yang baru bagi warga. Hal ini diperlukan agar tempat yang baru nanti bebas dari bencana," tandasnya.
Camat Talegong, Nurdin menjelaskan, karena kondisi tanah yang tidak stabil, pihaknya melakukan evaskuai terhadap 38 KK di kawasan yang rawan longsor.
"Para korban longsor, khususnya yang rumahnya mengalami kerusakan, sudah dievakuasi ke kantor Desa Sukalaksana. Muspika telah mengamankan lokasi longsor dan kami masih menghitung kerugian materi," katanya ketika dihubungi, Jumat (15/2/2013).
Tercatat 38 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 138 jiwa telah mengungsi ke halaman kantor desa. Warga dari Kampung Cilamping dan Pasirangin ini mendirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Zatzat Munazat mengatakan, pihaknya telah memeriksa lokasi longsor.
Dari pemantauan sementara, longsor susulan diprediksi bisa terjadi kembali di tebing yang ambrol sepanjang hampir dua kilometr itu.
"Kami ke lokasi bersama Dinas Pertanian dan Dinas Bina Marga. Ada jalan yang harus dibersihkan dan ada persawahan juga yang harus ditanggulangi. Kami akan berikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia," kata Zatzat.
Menurutnya, tim BPBD telah memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi. Perencanaan masih dilakukan untuk menanggulangi tebing yang longsor.
"Sebelum ada upaya relokasi, harus ada penelitian lebih lanjut. Apakah itu di lokasi bencana, atau di lokasi calon tempat tinggal yang baru bagi warga. Hal ini diperlukan agar tempat yang baru nanti bebas dari bencana," tandasnya.
(ysw)