Ganti kelamin, harus persiapkan psikologi anak

Selasa, 12 Februari 2013 - 01:24 WIB
Ganti kelamin, harus...
Ganti kelamin, harus persiapkan psikologi anak
A A A
Sindonews.com - Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Enoch Markum menilai, orang tua bocah yang mengajukan pergantian kelamin harus memikirkan masa depan anaknya. Pasalnya, selama ini si anak sudah dikenal masyarakat sebagai perempuan. Namun, orang tua meminta agar anaknya berganti kelamin dengan pertimbangan kedokteran.

"Harus ada persiapan khusus dan itu memakan waktu lama. Karena tidak mudah, mengingat anak itu sudah diketahui masyarakat sebagai perempuan. Banyak persiapan secara mental dan fisik yang harus disiapkan," kata Enoch, Senin (11/2/2013).

Misalnya, sambung dia, dari sisi berpakaian yang menjadi identitas anak itu selama ini. Ketika berganti kelamin sudah pasti pakaian yang melekat selama ini pun ikut berganti.

Demikian pula dengan perihal nama anak tersebut. Dicontohkan, semula dia bernama X yang merupakan nama perempuan. Namun harus berganti menjadi Y, yang belum familiar bagi diri anak dan lingkungan sekitar.

"Orang tua harus mempersiapkan segalanya. Jangan sampai anak mengalami krisis identitas. Sehingga dia kebingungan identitas," ujarnya mengingatkan.

Secara psikologis anak pun harus disiapkan. Jangan sampai anak itu justru berada dalam kebimbangan perihal identitasnya akibat pergantian kelamin. Kendati dalam observasi kedokteran anak itu memiliki kromosom dominan laki-laki.

Namun yang perlu diingat, bahwa selama ini anak itu sudah diketahui khalayak sebagai perempuan.

"Bagaimana cara dia menghadapi masa depan ya bergantung juga dengan lingkungan. Jika diterima sebagai laki-laki maka anak itu bisa menjalani kehidupan secara alami," tukas Enoch.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Kelas I B, Cibinong, Bogor mengabulkan permohonan pergantian jenis kelamin bocah berusia lima tahun, berinisial ATP, warga Cibinong, Bogor.

Permintaan itu diajukan orang tua bocah, berdasarkan hasil pemeriksaan medis bahwa ATP memiliki kromosom lebih dominan laki-laki karena memiliki kromosom 46 XY. Sehingga tingkah lakunya cenderung seperti laki-laki.
(stb)
Berita Terkait
Apa Perbedaan Transgender,...
Apa Perbedaan Transgender, Transpuan, dan Transeksual? Ini Jawabannya
Viral Video Pria di...
Viral Video Pria di Bengkulu Pamerkan Alat Kelamin ke Mahasiswi di Halte Depan Kampus
Ingin Kembali Muda,...
Ingin Kembali Muda, Jutawan Kontroversia Lakukan Peremajaan Alat Vital
Masih Punya Istri, Kakek...
Masih Punya Istri, Kakek 62 Tahun Ini Hobi Pamerkan Alat Vital di Tempat Umum
Kasus Mutilasi Sleman,...
Kasus Mutilasi Sleman, Polda DIY: Korban Berjenis Kelamin Laki-laki
Heboh Remaja di Bogor...
Heboh Remaja di Bogor Berkelamin Ganda, Begini Ceritanya
Berita Terkini
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
2 jam yang lalu
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
2 jam yang lalu
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
3 jam yang lalu
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
4 jam yang lalu
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
4 jam yang lalu
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved