Belasan rumah di Kampung Nyalindung terancam longsor
Rabu, 06 Februari 2013 - 17:06 WIB
Belasan rumah di Kampung Nyalindung terancam longsor
A
A
A
Sindonews.com – Belasan rumah di Kampung Nyalindung, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, terancam longsor. Ancaman ini muncul menyusul terjadinya longsoran tanah di beberapa titik lokasi sekitar permukiman tersebut.
Peristiwa longsoran tanah di beberapa titik lokasi ini setidaknya terjadi pada Rabu (6/2/2013) dini hari sekira pukul 01.00 WIB. Sebagai antisipasi, pihak TNI yang terdiri dari Koramil 1114 Cilawu, Kodim 0611 Garut, dibantu masyarakat sekitar membangun tanggul penahan tanah sementara.
“Memang tidak ada korban jiwa. Tapi bila dibiarkan, belasan rumah yang terletak di atas tebing akan ikut terkena dampak longsor,” kata Danramil Cilawu, Kapten Infateri Jaja, Rabu (6/2/2013).
Dia menjelaskan, longsor tersebut terjadi karena tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Cilawu selama satu pekan terakhir. Dari informasi yang dihimpun, tiga titik longsoran ini terdiri dari dua lokasi dekat perkampungan warga dan satu titik lain di areal pertanian.
“Posisi rumah warga berada di atas tebing dengan tinggi sekitar 15 meter. Tebing ini memiliki kontur tanah yang labil. Kondisi tanah seperti ini diperparah dengan tingginya curah hujan,” ungkapnya.
Dari 11 rumah warga yang terancam longsor, dua diantaranya dalam kondisi kritis. Dua rumah yang ditempati oleh keluarga Ido Ahmad (88) dan Wawan Setiawan (32) nyaris terbawa longsor karena lokasi rumah yang terletak di bibir tebing.
Kepala Desa Ngamplang Endang Saprudin menyatakan, Kampung Nyalindung di mulai dari RT01, 02, 03, RW 01 merupakan lokasi siaga satu rawan bencana longsor. Di daerah itu, sebut dia, sedikitnya terdapat 126 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 467 jiwa.
"Bukan hanya 11 rumah saja, tapi seluruh rumah di kampung itu semuanya juga rawan longsor. Daerah itu masuk prioritas perhatian kami, kalau turun hujan jangankan warga saya pun tak bisa tidur karena takut terjadi bencana " imbuh Endang.
Peristiwa longsoran tanah di beberapa titik lokasi ini setidaknya terjadi pada Rabu (6/2/2013) dini hari sekira pukul 01.00 WIB. Sebagai antisipasi, pihak TNI yang terdiri dari Koramil 1114 Cilawu, Kodim 0611 Garut, dibantu masyarakat sekitar membangun tanggul penahan tanah sementara.
“Memang tidak ada korban jiwa. Tapi bila dibiarkan, belasan rumah yang terletak di atas tebing akan ikut terkena dampak longsor,” kata Danramil Cilawu, Kapten Infateri Jaja, Rabu (6/2/2013).
Dia menjelaskan, longsor tersebut terjadi karena tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Cilawu selama satu pekan terakhir. Dari informasi yang dihimpun, tiga titik longsoran ini terdiri dari dua lokasi dekat perkampungan warga dan satu titik lain di areal pertanian.
“Posisi rumah warga berada di atas tebing dengan tinggi sekitar 15 meter. Tebing ini memiliki kontur tanah yang labil. Kondisi tanah seperti ini diperparah dengan tingginya curah hujan,” ungkapnya.
Dari 11 rumah warga yang terancam longsor, dua diantaranya dalam kondisi kritis. Dua rumah yang ditempati oleh keluarga Ido Ahmad (88) dan Wawan Setiawan (32) nyaris terbawa longsor karena lokasi rumah yang terletak di bibir tebing.
Kepala Desa Ngamplang Endang Saprudin menyatakan, Kampung Nyalindung di mulai dari RT01, 02, 03, RW 01 merupakan lokasi siaga satu rawan bencana longsor. Di daerah itu, sebut dia, sedikitnya terdapat 126 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 467 jiwa.
"Bukan hanya 11 rumah saja, tapi seluruh rumah di kampung itu semuanya juga rawan longsor. Daerah itu masuk prioritas perhatian kami, kalau turun hujan jangankan warga saya pun tak bisa tidur karena takut terjadi bencana " imbuh Endang.
(ysw)