Hebat, kini limbah pencucian batik bisa jernih

Senin, 28 Januari 2013 - 11:55 WIB
Hebat, kini limbah pencucian...
Hebat, kini limbah pencucian batik bisa jernih
A A A
Sindonews.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah berhasil menciptakan alat pengolah air limbah batik mobile. Alat sederhana tersebut dinamai Unit Pengolahan Air Limbah Reaktor Elektrokimia (UPAL-RE). Alat ini mampu memisah limbah batik hingga jernih.

Ketua Tim Riset Fakultas Teknik UNS, Budi Utomo berharap dengan alat tersebut air bekas proses pencucian batik yang berwarna dan mengandung beberapa zat warna sintetis dan alami bisa diurai menjadi lebih jernih.

Air menjadi lebih jernih karena zat warna batik telah dipisahkan. Selain itu kandungan COD atau Chemical Oxygen Demand berkurang. Dengan hasil ini diharapkan perajin batik bisa menjaga lingkungannya.

UPAL-RE ini memiliki kapasitas pengolahan 250 liter, dengan waktu proses memakan waktu 40 menit. Desain ini, menggunakan sumber daya AC 220 Volt yang diubah dengan adaptor menjadi DC 15 Volt dengan daya 5000-7000 Watt. proses pengolahan air limbah batik dengan UPAL-RE menghasilkan pengurangan kadar zat pencemar COD 85 persen dan warna 79 persen.

Sementara itu proses kerja alat tersebut, jika air limbah dimasukkan ke dalam bak. maka akan muncul gelembung-gelembung atau flog yang mengapung ke permukaan.

"Gelembung tersebut mampu mengikat zat warna yang terdapat dalam air limbah pencucian batik," terang Budi Utomo penemu alat tersebut di UNS, Senin (28/1/2013).

Ia mengatakan, alat ini telah diuji coba di Kampung Batik Kauman Solo. Hasilnya cukup menggembirakan karena alat tersebut mampu mengurangi limbah sekira 95 persen untuk pewarna batik alami sedangkan yang gunakan pewarna sintetis mampu dikurangi 85 persen.

Dengan alat ini, kandungan COD dari air limbah yang telah diolah mencapai 22 mg/liter atau masih di bawah baku mutu air yang boleh dibuang ke sungai yakni maksimal 150 mg/liter. Sedangkan untuk zat warna kita mampu mengurangi dari 339 ptco menjadi 70 ptco.

Keunggulan mesin UPAL-RE tersebut memang didesain tidak terlalu besar. Alat ini didesain kecil sehingga dapat didorong ke gang-gang kecil perkampungan pengrajin batik atau home industri. Biaya pembutan satu unit pengolah limbah batik di banderol kisaran Rp30 juta-Rp35 juta.
(ysw)
Berita Terkait
Tekan Polusi Organik,...
Tekan Polusi Organik, IPAL Sentra Tahu Dibangun di Jombang
Partai Perindo: Industri...
Partai Perindo: Industri Hijau dan Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan Harus Dipacu untuk Atasi Polusi
KLHK Tegaskan Indonesia...
KLHK Tegaskan Indonesia Serius Tangani Illegal Traffick Limbah
Miris! Buih Salju Detergen...
Miris! Buih Salju Detergen Penuhi Pesisir Tambak Wedi Surabaya
Buang Limbah Nuklir...
Buang Limbah Nuklir Fukushima ke Laut Picu Bencana Global
Sederet Alasan Limbah...
Sederet Alasan Limbah Batu Bara PLTU Keluar dari Daftar Bahan Berbahaya dan Beracun
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved