Polisi nyeleneh, Polri banjir kritikan

Jum'at, 18 Januari 2013 - 20:10 WIB
Polisi nyeleneh, Polri...
Polisi nyeleneh, Polri banjir kritikan
A A A
Sindonews.com - Insiden salah tembak oleh anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Tegal, Brigadir Ahmad Khudori kepada siswa SMK Pius Tegal, Andri Tumpak Sinabara (18), pada Rabu 16 Januari 2013 malam menuai kritik keras dari berbagai kalangan.

Selain itu, insiden bunuh diri anggota Polres Magelang Kota, Aiptu Joko Subandi (48), yang menembak kepalanya sendiri pada Kamis 17 Januari 2013 dengan pistol revolvernya juga tak luput dari sorotan publik.

Terkait insiden salah tembak, kriminolog Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Rahmat Bowo, mengatakan kinerja Polri dalam melaksanakan tugas perlu dipertanyakan.

“Terjadinya insiden itu mengindikasikan lemahnya akurasi data identifikasi pelaku oleh Polri, apalagi polisi sudah mengakui kalau memang salah tembak, seharusnya dalam kondisi yang masih samar atau abu-abu, meskinya tidak memakai senjata, apalagi sampai menembak orang,” ungkapnya saat dikonfirmasi SINDO, Jumat (18/1/2013).

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan oknum pelaku itu seharusnya tidak hanya mendapatkan sanksi adminsitratif. Proses penyelidikan harus dituntaskan oleh pihak Propam (Profesi dan Pengamanan) setempat.

“Jangan-jangan memang ada unsur pidananya di situ, jika terbukti ada maka haruslah oknum tersebut dijerat sesuai aturan hukum, ini untuk memberikan pembelajaran bagi lainnya, kalau lari ya harus ditangkap bukan ditembak, karena prosedur menembak itu jika ada yang bersangkutan melawan dan membahayakan petugas atau orang lain, ini harus hati-hati karena kinerjanya bersinggungan dengan nyawa atau nasib orang,” tambahnya.

Menyoroti insiden bunuh diri anggota Polresta Magelang, Rahmat mengatakan institusi Polri perlu melakukan evaluasi, tak terkecuali psikologi terhadap anggota-anggota yang memegang senpi.

“Harus ada evaluasi dan komunikasi yang intens, tujuannya jika mengetahui ada anggota yang sedang dalam persoalan berat bisa ditarik senjatanya untuk sementara, memang jika merujuk Undang-undang (UU), memegang senjata itu berhak, namun dalam kondisi psikologi yang tidak baik, itu tidak berhak, karena membahayakan,” paparnya.

Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Jawa Tengah, Untung Budiarso, berargumen insiden salah tembak oleh Polri tidak perlu terjadi jika prosedur tetap (Protap) penggunaan senpi dipatuhi anggota.

“Protapnya jelas, senpi hanya digunakan jika mengancam nyawa, terduga kriminal melawan, atau untuk peringatan saja, atau membubarkan massa, insiden itu jelas tidak bisa dibenarkan,” timpalnya.

Sementara itu, Untung berargumen insiden anggota Polri bunuh diri menembakan revolver ke kepalanya merupakan hal yang bisa terjadi ke setiap orang.

“Jika terjadi pada polisi maka haruslah menjadi perhatian serius pimpinan, pelayanan kesehatan tak terkecuali psikologis, harus didapat anggota untuk menjaga kestabilan mental, di sisi lain pimpinan harus bisa mengambil langkah tegas, yang berprestasi diberi penghargaan, yang nakal diberi sanksi,” lanjutnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djihartono mengatakan insiden salah tembak oleh oknum Polresta Tegal masih terus dilakukan penyelidikan.

“Protapnya jika membahayakan jiwa petugas atau orang lain itu baru bisa menembakkan senpi, ini jelas oknum tersebut tidak profesional, perintah Kapolda juga jelas, kalau terduga pelaku lari maka ditangkap, bukan ditembak,” katanya saat ditemui di Mapolda Jawa Tengah.

Menanggapi insiden bunuh diri anggota polisi di Magelang, lanjut Djihartono, berjanji akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan senjata api anggota. Tak terkecuali kondisi fisik senpi, surat-surat, jumlah peluru, hingga kondisi psikologi anggota.

“Kami memang melakukan tes secara periodik, tes dilakukan berkala, per tengah semester atau per semester,” tutupnya.
(rsa)
Berita Terkait
Rumah Lokasi Brigadir...
Rumah Lokasi Brigadir RAT Tewas Dihuni Pengusaha Tambang
Brigadir RAT Diduga...
Brigadir RAT Diduga Bunuh Diri, Polisi Periksa 18 Saksi
Pemilik Rumah Ungkap...
Pemilik Rumah Ungkap Brigadir RAT Sudah Satu Pekan di Rumahnya
Kesaksian Tetangga Rumah...
Kesaksian Tetangga Rumah Lokasi Brigadir RAT Diduga Bunuh Diri di Jaksel
Labfor Polri Pastikan...
Labfor Polri Pastikan Tembakan di Kepala Brigadir RAT Berasal dari dalam Mobil
Polisi di Lampung Tewas...
Polisi di Lampung Tewas Bunuh Diri di Depan Istri
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
3 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
3 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
5 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
5 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
5 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
6 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved