Sore ini, naik KRL Bogor-Depok gratis
Rabu, 16 Januari 2013 - 15:00 WIB
Sore ini, naik KRL Bogor-Depok gratis
A
A
A
Sindonews.com - Sore ini penumpang relasi Bogor-Depok dapat memperoleh tiket Kereta Rel Listrik (KRL) secara gratis. Pemberian tiket gratis ini berlaku pada hari ini saja, mulai pukul 17.00-18.00 WIB.
Hal itu sebagai bentuk penghargaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) kepada penumpang yang ikut menjaga sarana dan prasarana sewaktu terjadi blokade rel pada Senin 14 Januari 2013 lalu.
“Kami ingin memberikan penghargaan pada penumpang kereta yang telah menjaga sarana dan prasarana saat terjadi blokade beberapa waktu lalu. Penumpang ikut membuka jalur blokade dan kami ingin agar hal ini dapat dicontoh. Artinya, penumpang memang wajib menjaga,” kata Manajer Komunikasi PT KCJ, Eva Caherunnisa, Rabu (16/1/2013).
Ditegaskan dia, pemberian tiket hanya berlaku untuk kereta relasi Depok-Bogor dan tidak sebaliknya. Mekanismenya, sambung dia, penumpang hanya menuju loket dan menyebutkan tujuannya.
“Kalau memang sesuai dengan relasi pemberian tiket gratis maka penumpang tidak usah membayar. Bentuk tiketnya ya tiket regular. Bedanya, penumpang tidak harus membayar,” tegasnya.
Kepala Humas PT KAI Mateta Rizalulhaq menambahkan, pemberian tiket gratis ini atas penghargaan PT KAI dan PT KAI Commuter Line kepada penumpang yang turut memelihara aset fasilitas publik sesuai dengan amanat UU No 23 tahun 2007 pasal 173.
Menurut Mateta, dia memberi apresiasi kepada pelanggan setia KRL jurusan Depok-Bogor yang berani membuka blokade jalur kereta api saat aksi unjukrasa.
“Tanpa keberanian para penumpang membuka blokade, mungkin perjalanan KRL tetap lumpuh sampai malam. Untuk itu, kami sangat berterimakasih atas partisipasi mereka,” jelasnya.
Kepala Stasiun Depok Baru Gatot Nur Setiadi menambahkan, pihkanya sudah menyiapkan petugas untuk melayani pemberian tiket gratis kepada seluruh penumpang. “Pemberian tiket gratis hanya berlangsung selama satu jam,” jelasnya.
Sebelumnya, ribuan penumpang KRL jurusan Depok-Bogor berjalan kaki dari Stasiun Universitas Indonesia (UI) menuju Stasiun Pondok Cina dan membuka blokade jalur kereta api yang dilakukan pengunjukrasa pedagang kaki lima (PKL) dan mahasiswa UI atas pembongkaran kios-kios pedagang.
Hal itu sebagai bentuk penghargaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) kepada penumpang yang ikut menjaga sarana dan prasarana sewaktu terjadi blokade rel pada Senin 14 Januari 2013 lalu.
“Kami ingin memberikan penghargaan pada penumpang kereta yang telah menjaga sarana dan prasarana saat terjadi blokade beberapa waktu lalu. Penumpang ikut membuka jalur blokade dan kami ingin agar hal ini dapat dicontoh. Artinya, penumpang memang wajib menjaga,” kata Manajer Komunikasi PT KCJ, Eva Caherunnisa, Rabu (16/1/2013).
Ditegaskan dia, pemberian tiket hanya berlaku untuk kereta relasi Depok-Bogor dan tidak sebaliknya. Mekanismenya, sambung dia, penumpang hanya menuju loket dan menyebutkan tujuannya.
“Kalau memang sesuai dengan relasi pemberian tiket gratis maka penumpang tidak usah membayar. Bentuk tiketnya ya tiket regular. Bedanya, penumpang tidak harus membayar,” tegasnya.
Kepala Humas PT KAI Mateta Rizalulhaq menambahkan, pemberian tiket gratis ini atas penghargaan PT KAI dan PT KAI Commuter Line kepada penumpang yang turut memelihara aset fasilitas publik sesuai dengan amanat UU No 23 tahun 2007 pasal 173.
Menurut Mateta, dia memberi apresiasi kepada pelanggan setia KRL jurusan Depok-Bogor yang berani membuka blokade jalur kereta api saat aksi unjukrasa.
“Tanpa keberanian para penumpang membuka blokade, mungkin perjalanan KRL tetap lumpuh sampai malam. Untuk itu, kami sangat berterimakasih atas partisipasi mereka,” jelasnya.
Kepala Stasiun Depok Baru Gatot Nur Setiadi menambahkan, pihkanya sudah menyiapkan petugas untuk melayani pemberian tiket gratis kepada seluruh penumpang. “Pemberian tiket gratis hanya berlangsung selama satu jam,” jelasnya.
Sebelumnya, ribuan penumpang KRL jurusan Depok-Bogor berjalan kaki dari Stasiun Universitas Indonesia (UI) menuju Stasiun Pondok Cina dan membuka blokade jalur kereta api yang dilakukan pengunjukrasa pedagang kaki lima (PKL) dan mahasiswa UI atas pembongkaran kios-kios pedagang.
(san)