Tiduran di atas rel, PT KAI ancam tabrak mahasiswa UI
Senin, 14 Januari 2013 - 15:35 WIB
Tiduran di atas rel, PT KAI ancam tabrak mahasiswa UI
A
A
A
Sindonews.com - Aksi blokir perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Pondok Cina, Depok, oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) dibubarkan secara paksa. Massa demonstran telah dikepung oleh aparat kepolisian yang siap menembak dengan gas air mata.
Bahkan pihak PT KAI mengancam mahasiswa UI dan PKL yang memblokir rel kereta dengan tiduran di atas rel akan menabraknya dengan kereta, jika tidak segera menyingkir dari perlitasan kereta. Ancaman itu diumumkan lewat pengeras suara di stasiun, bahwa sebentar lagi kereta akan melintas.
Kontan, pengumuman yang dikeluarkan pihak PT KAI membuat heboh barisan mahasiswa dan PKL yang tengah melancarkan aksi blokir rel kereta. Mereka langsung berdiri sigap dan mengatur barisan, siap melakukan perlawanan dari PT KAI.
Namun begitu, mahasiswa bisa mengendalikan emosi mereka. Batangan kayu, besi, dan batu yang digunakan untuk menutup jalur kereta api dibiarkan terpalang di atas rel kereta. Sementara pihak PT KAI tidak ada yang berani menyingkirkannya, karena mahasiswa dan PKL menghalangi.
Seperti diberitakan sebelumnya, penggusuran PKL di Stasiun Pondok Cina, Depok, berlangsung ricuh. Preman yang disewa petugas PT KAI melakukan pemukulan terhadap mahasiswa UI yang menghalangi penggusuran tanpa izin tersebut.
Aksi pemukulan sendiri dilakukan, saat mahasiswa dan PKL menanyakan surat penggusuran dari PT KAI. Lantaran tak bisa menunjukkan surat yang diminta, preman bayaran PT KAI melakukan serangan dengan memukul salah satu mahasiswa dengan pentungan.
Alhasil, tindakan itu menimbulkan kemarahan hingga bentrokan fisik antar kedua kelompok tak terhindarkan. Bahkan bentrok meluas hingga ke stasiun, dan terjadi di tengah rel kereta api. Massa yang emosi sempat mendesak masuk ke Kantor Kepala Stasiun Pondok Cina dan mendobraknya.
Hingga kini, berdasarkan pengamatan Sindonews di lapangan, tampak ribuan orang sudah berkumpul. Laju kereta api dari Bogor-Jakarta lumpuh. Begitupun sebaliknya, dari Jakarta-Bogor. Kereta api tidak bisa melintas di Stasiun Pondok Cina, karena ada ribuan orang menumpuk.
Bahkan pihak PT KAI mengancam mahasiswa UI dan PKL yang memblokir rel kereta dengan tiduran di atas rel akan menabraknya dengan kereta, jika tidak segera menyingkir dari perlitasan kereta. Ancaman itu diumumkan lewat pengeras suara di stasiun, bahwa sebentar lagi kereta akan melintas.
Kontan, pengumuman yang dikeluarkan pihak PT KAI membuat heboh barisan mahasiswa dan PKL yang tengah melancarkan aksi blokir rel kereta. Mereka langsung berdiri sigap dan mengatur barisan, siap melakukan perlawanan dari PT KAI.
Namun begitu, mahasiswa bisa mengendalikan emosi mereka. Batangan kayu, besi, dan batu yang digunakan untuk menutup jalur kereta api dibiarkan terpalang di atas rel kereta. Sementara pihak PT KAI tidak ada yang berani menyingkirkannya, karena mahasiswa dan PKL menghalangi.
Seperti diberitakan sebelumnya, penggusuran PKL di Stasiun Pondok Cina, Depok, berlangsung ricuh. Preman yang disewa petugas PT KAI melakukan pemukulan terhadap mahasiswa UI yang menghalangi penggusuran tanpa izin tersebut.
Aksi pemukulan sendiri dilakukan, saat mahasiswa dan PKL menanyakan surat penggusuran dari PT KAI. Lantaran tak bisa menunjukkan surat yang diminta, preman bayaran PT KAI melakukan serangan dengan memukul salah satu mahasiswa dengan pentungan.
Alhasil, tindakan itu menimbulkan kemarahan hingga bentrokan fisik antar kedua kelompok tak terhindarkan. Bahkan bentrok meluas hingga ke stasiun, dan terjadi di tengah rel kereta api. Massa yang emosi sempat mendesak masuk ke Kantor Kepala Stasiun Pondok Cina dan mendobraknya.
Hingga kini, berdasarkan pengamatan Sindonews di lapangan, tampak ribuan orang sudah berkumpul. Laju kereta api dari Bogor-Jakarta lumpuh. Begitupun sebaliknya, dari Jakarta-Bogor. Kereta api tidak bisa melintas di Stasiun Pondok Cina, karena ada ribuan orang menumpuk.
(san)