Tak ada biaya, penderita tumor pasrah

Senin, 14 Januari 2013 - 11:29 WIB
Tak ada biaya, penderita...
Tak ada biaya, penderita tumor pasrah
A A A
Sindonews.com - Jasminah (47), warga RT 3 RW 5, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, penderita tumor kulit yang ada di sekujur tubuhnya hanya bisa pasrah. Pasalnya, dia mengaku tak memiliki biaya untuk berobat agar sembuh dari penyakitnya.

Meski berasal dari keluarga miskin, Jasminah yang hanya lulusan SD itu juga tidak masuk dalam daftar warga penerima Jaminan KEsehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dibiayai pemerintah pusat, atau Jaminan Kesehatan daerah (Jamkesda) yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Praktis, selama 15 tahun terakhir, hidup Jasminah tersiksa. Diaa juga tampak minder dengan penampilannya. Sebab benjolan-benjolan itu hampir menutupi seluruh bagian tubuhnya, tak terkecuali wajahnya. Benjolan itu ada yang sebesar bola tenis, namun ada juga yang besarnya seperti kelereng atau telur cicak.

"Saya pasrah saja. Mau bagaimana lagi," kata Jasminah, di Pati, Senin (14/1/2013).

Menurutnya, sehari-hari Jasminah hanya tinggal berdua dengan ibunya yang bernama Sukesi (80). Kedua perempuan ini tinggal di rumah yang bisa dibilang jauh dari laik.

Sementara itu, orang tua Jasminah, Sukesi, berharap penyakit yang diderita anak sulungnya itu mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah. Sebab pihak keluarga tidak mempunyai biaya untuk pengobatan Jasminah.

"Untuk memeriksakan kesehatannya saja sudah susah. Kami berharap ada bantuan, agar anak saya bisa dioperasi dan sembuh dari penyakitnya,” harap Sukesi.

Harapan yang sama juga diungkapkan perangkat desa setempat, Parijan. Menurut Parijan, Pemerintah Desa Srikaton Kecamatan Kayen sudah berupaya membantu pengobatan Jasminah. Salah satunya yakni memeriksakan Jasminah ke rumah sakit.

Hanya sayangnya meski sudah dirawat selama empat hari, namun dokter rumah sakit tersebut tidak berani mengambil tindakan apapun.

"Disuntik saja tidak. Ini yang membuat kita prihatin," sesalnya.

Pihak Desa Srikaton juga berupaya agar Jasminah bisa mendapat kartu Jamkesmas atau Jamkesda. Sehingga dengan kartu itu, Jasminah yang memang berasal dari keluarga miskin bisa segera berobat dengan gratis.

"Kasihan dia. Semoga ada dermawan yang mau berbaik hati membantu Jasminah," tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
19 menit yang lalu
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
38 menit yang lalu
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
55 menit yang lalu
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
7 jam yang lalu
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
7 jam yang lalu
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
7 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved