Pengusaha batubara menolak jalan khusus

Selasa, 01 Januari 2013 - 17:06 WIB
Pengusaha batubara menolak...
Pengusaha batubara menolak jalan khusus
A A A
Sindonews.com – Sesuai keputusan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, mulai 1 Januari 2013 seluruh truk batubara harus melalui jalur alternatif. Namun sejumlah pengusaha batubara menolak dan akan mengerahkan sopir truk untuk demo pemberlakukan tersebut.

Pantauan di lokasi, meski keputusan larangan melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tersebut telah berlaku. Namun tidak terlihat satupun papan peringatan larangan dan petugas terkait yang mengatur arus lalulintas truk batubara.

Hanya dua unit lampu lalulintas yang berwarna kuning terlihat secara teratur menyala secara bergantian menunjukkan bahwa ada pertigaan. Jalan alternatif tersebut juga belum diaspal dan masih berupa tanah keras.

Tak jauh dari lokasi Jalisum, juga terlihat sebuah jembatan yang dibagian sisi kanan jalan melintang sebuah kayu agar pengendara yang melintas dapat berhati hati.

Hingga Selasa (1/1/2013) sore, tidak terlihat satupun kendaraan truk batubara yang melintasi jalan alternatif tersebut. Terkadang hanya satu dua kendaraan bermotor dan truk kosong milik warga setempat yang ingin pulang ke desa mereka yang mencoba memotong jalan lewat di jalan alternatif tersebut.

Ketua Asosiasi Angkutan Batubara Kabupaten Lahat (AAKBL) Hudson Arpan tetap mendesak Gubernur untuk tetap menunda pemberlakukan jalan alternatif tersebut. Jika dipaksakan, menurutnya, itu sama saja “membunuh” usaha para transportir dan pengusaha batubara.

“Jadi kalau beliau mengatakan berpihak kepada masyarakat, masyarakat yang mana,” tegasnya.

Jika pemerintah tetap menutup angkutan batubara melintasi jalan umum dan jalan khusus belum layak pakai maka pihaknya berjanji untuk menggelar aksi unjuk rasa dari para pemilik serta sopir angkutan batubara.

“Kalau jalan jadi ditutup dan dipaksakan melintasi jalan khusus yang belum siap maka kita tidak bisa menahan aksi demo para pemilik kendaraan maupun sopir yang jumlahnya ribuan,” katanya.

Bupati Lahat, Saifudin Aswari Rivai sebelumnya mendukung kebijakan gubernur untuk menghentikan segala bentuk mobilisasi kendaraan yang melintas di Jalinsum dan dialihkan ke jalan khusus batubara tersebut.

“Gubernur bertindak tentunya berdasarkan pernyataan dari pihak perusahaan yang menyatakan jalan tersebut sudah siap. Makanya diputuskan hal itu,” tegasnya.

Aswari menilai ditutupnya jalan umum dipastikan bakal menuai pertentangan. Terlebih lagi, jika laporan yang didapatnya mengatakan jika jalan alternatif tersebut masih belum layak digunakan.

“Ini tanggung jawab pemilik jalan. Jangan hanya bilang jalan tersebut selesai dan dilaporkan ke Pemkab Lahat dan Pemprov Sumsel semua beres. Tapi ternyata dilapangannya masih jauh dari harapan. Ini tentunya tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Tak Kunjung Diperbaiki,...
Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Poros Antang Kian Memprihatinkan
Mirip Kubangan Kerbau,...
Mirip Kubangan Kerbau, Jalan Tani Raya Pringsewu Dikeluhkan Warga
Curah Hujan Tinggi,...
Curah Hujan Tinggi, Jalan Pematangsiantar Menuju Tapanuli Terancam Amblas
Rusak Parah, 8 Titik...
Rusak Parah, 8 Titik Jalan Trans Merauke-Tanah Merah Sebabkan Kemacetan
Usai Digenangi Banjir,...
Usai Digenangi Banjir, Jalan Trans Provinsi di Wajo Rusak Parah
Warga Keluhkan Jalan...
Warga Keluhkan Jalan Penghubung Dua Desa di Lutra yang Rusak Parah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved